SuaraTasikmalaya.id – Pesantren Sirnarasa di dusun Ciceuri desa Ciomas Kecamatan Panjalu Kabupaten Ciamis Jawa Barat merupakan pesantren bagi para santri yang mempelajari aliran sufi dalam Islam.
Tidak banyak dijumpai pesantren sufi yang khusus seperti di Sirnarasa. Sirnarasa sendiri lahir dari pesantren sufi terbesar di Jawa Barat, yakni Suryalaya, Pagerageung.
Sesepuh Pesantren Sirnarasa adalah Syekh Muhammad Abdul Gaos Saefulloh Maslul QS merupakan mursyid Toriqoh Qodiriyah Naqsabandiyah silsilah ke 38 dan penerus kemursidan Hadrotussyekh Ahmad Shoibul Wafa Taajul ‘Arifin (Abah Anom) QS. Nama Sirnarasa pun pemberian dari Pangersa Abah Anom.
Sebelum jadi Pesantren SIrnarasa namanya adalah pesantren Al-Ikhlas.
Pesantren yang terletak di kaki Gunung Sawal dengan kesejukan udaranya itu kini menjadi pusat kegitan tasawuf terbesar di Indonesia. Bahkan dari pesantren ini didesain semangat moral bagi para pecinta kesucian jiwa menuju peradaban dunia.
Pangajian bulanan atau Manaqib di Pesantren ini dihadiri ribuan umat dari berbagai pelosok Nusantara. Bukan hanya golongan santri, tetapi hadir para Kiyai, tokoh Politik, pengusaha hingga akademisi dari berbagai Perguruan Tinggi. Acara manaqiban akbar biasa digelar sebulan sekali
“Konsep dan semangat Sirnarasa adalah kesucian jiwa menuju peradaban dunia. Disini tidak mengenal kasta, semua duduk dan bersimpuh bersama menjadi hamba Alloh yang sedekat-dekatnya (ma’rifat)” kata ketua Yayasan Sirnarasa, DR KH Syuhudul Anwar.
Kesucian jiwa para salik (seseorang yang menjalani disiplin spiritual menuju ma’rifat kepada Alloh) bukan hanya menggembleng jiwa secara perseorangan, tetapi mampu menunjukan dirinya sebagai bagian dari masyarakat dan memiliki peran sebagai benteng bagi langgengnya peradaban dunia yang bermartabat.
Pesantren Sirnarasa menjadi fakta lahirnya sejarah baru kaum sufi yang turut andil menciptakan kesejukan ruhani manusia menuju dunia yang beradab.
Siapakah Abah Aos?
Sesepuh Pesantren Sirnarasa Syekh Muhammad Abdul Gaos Saefulloh Maslul atau yang kerap disapa Abah Aos merupakan tokoh sentral Pesantren Sirnarasa dan mursyid TQN PP Suryalaya penerus Abah Anom.
Kurang lebih 12 tahun sejak Abah Anom meninggal, syiar TQN Suryalaya memancar dari Sirnarasa Panjalu. Dai Kondang KH Jujun Junaedi yang merupakan murid Abah Aos mengatakan.
"Eksistensi TQN Suryalaya tak pernah padam, bahkan makin menyebar dan mengakar. Ikhwan TQN Suryalaya dari segenap penjuru dunia datang tanpa diundang dan dipaksa mengakui kemursyidan pangersa Abah Aos," katanya.
Abah Aos yang lahir pada Jum’at tanggal 4 Agustus 1944 memang merupakan murid jadi pangersa Abah Anom. Putera pertama dari pasangan KH Ibrahim (Mama Ibrahim –pen) dan Hj. Siti Muslihat inilah yang bersusaha melestarikan, mengamalkan dan mengamalkan ajaran TQN PP Suryalaya.
Jenjang Pendidikan di Ponpes Sirnarasa
Berita Terkait
-
7 Kebiasaan Pangersa Abah Aos Selama Ramadhan
-
Sholat Nisfu Syaban 100 Rakaat Dicontohkan Nabi dan Dilaksanakan Sahabat, Abah Aos: Laksanakan Saja Ada Dalilnya
-
Abah Aos Angkat Sultan Kacirebonan IX Pangeran Raja Abdul Ghani Natadiningrat Jadi Petani Pohon Anti-Gempa
-
Dari Caleg Hingga Capres datang ke Pesantren Sirnarasa di Kaki Gunung Sawal Ciamis, Ini Rahasianya
-
Tata Cara Sholat Nisfu Syaban 100 Rakaat dan Dasar Hukumnya Menurut Mursyid TQN Suryalaya Abah Aos
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Pelajar Palembang Viral Usai Pamer Revolver saat Konvoi, Ternyata Senpira Dibeli dari Facebook
-
Nama Bupati PALI Muncul di Kasus Suap Audit BPK, KPK Periksa Asgianto Sebagai Saksi
-
Kondisi Terbaru Gunung Semeru, Enam Kali Erupsi dalam Sehari dan Masih Berstatus Siaga
-
Detik-detik Narapidana Narkoba Diborgol Usai Bebas karena Remisi 17 Agustus, Ada Apa?
-
Dedi Mulyadi Sindir Birokrasi Minta Dihormati: Rapat Habis Puluhan Juta, Tapi Rakyat Tetap Menderita
-
Koreksi Data Pidato Presiden: 6 Fakta Realitas Hidup Susanah, Kuli Kain Majun Asal Cileungsi Bogor
-
Bantah Isu Pisah dari NKRI, Ini 6 Pesan Penting Sultan Banten ke-18 untuk Masyarakat
-
Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Kembali Hadir, Ini Jadwal dan Harga Tiket Citilink
-
Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan
-
Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN