/
Minggu, 02 April 2023 | 12:10 WIB
Ribuan warga Australia melakukan demo untuk memprotes serangan brutal Israel di Masjid Al Aqsa dan jalur Gaza di Balai Kota Sydney, Australia, pada 2021. ((BIANCA DE MARCHI / AFP))

SuaraTasikmalaya.id - Dicabutnya status tuan rumah Indonesia pada gelaran Piala Dunia U-20 menyisakan kekecewaan. Banyak yang menduga bahwasanya FIFA telah mengetahui sebelumnya atas kegaduhan yang akan terjadi terkait penolakan Timnas Israel U-20 di Tanah Air.

FIFA resmi mengumumkan pembatalan status tuan rumah Piala Dunia U-20 untuk Indonesia di laman resminya pada Rabu, (29/3/2023).

“Menyusul pertemuan hari ini antara Presiden FIFA, Gianni Infantino dan Presiden Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Erick Thohir, FIFA telah memutuskan, karena keadaan saat ini, untuk menghapus Indonesia sebagai tuan rumah FIFA U-20 World Cup 2023. Tuan rumah baru akan diumumkan sesegera mungkin, dengan tanggal turnamen saat ini tetap tidak berubah. Potensi sanksi terhadap PSSI juga dapat diputuskan pada tahap selanjutnya,” tulisnya.

Mendengar keputusan tersebut, mayoritas penggemar sepakbola Tanah Air merasakan kekecewaan. Bukan hanya fans sepak bola Tanah Air, para pemain Timnas Indonesia U-20 pun meluapkan kekecewaannya.

Terbukti dengan unggahan Instagram story mereka yang memperlihatkan kesedihannya, mengingat berbagai persiapan telah dijalani oleh skuad muda Indonesia untuk bisa bermain di piala dunia ini.

Baru-baru ini, dilansir dari akun Instagram @timnasbolaindonesia pada Minggu, (2/4/2023), Dewan Tinggi Pemuda dan Olahraga Palestina secara terbuka mengecam keputusan FIFA yang mencabut hak tuan rumah Piala Dunia U-20 bagi Indonesia. Menurut pihaknya, hal tersebut takkan terjadi apabila FIFA bisa berlaku lebih adil dan tak menerapkan standar ganda.

“Indonesia tidak akan berada dalam situasi ini seandainya FIFA menegakkan peraturannya dalam kasus Israel seperti yang terjadi di Rusia. Kami menyesal bahwa hal ini menyebabkan Indonesia dicabut haknya dari menjadi tuan rumah,” tulis Dewan Tinggi Pemuda dan Olahraga Palestina dalam pernyataan pers yang dikutip SuaraTasikmalaya.id.

“Yakinlah bahwa banyak negara yang akan segera mengikuti jejak Indonesia. Apartheid harus dilawan,” ucapnya.

Di sisi lain, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, dalam keterangannya di depan awak media beberapa hari lalu, mengatakan bahwa potensi kerugian yang dialami Indonesia terkait pembatalan statusnya sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 yakni dari sektor kunjungan para wisatawan. Sebelumnya pemerintah pun jor-joran mengeluarkan dana yang tak sedikit untuk persiapan gelaran Piala Dunia U-20 di Indonesia. 

Baca Juga: Shin Tae-yong Mau Bertemu Erick Thohir Bicarakan Masa Depan dengan Timnas Indonesia

"Minimal dampaknya itu mencapai Rp 3,7 triliun, ini kerugian yang sangat besar," kata Sandiaga kepada awak media. (*/editor zahran) 

Load More