SUARA TASIKMALAYA - Program Studi (Prodi) Pendidikan Sistem dan Teknologi Informasi (PSTI) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Purwakarta. Menggelar tema workshop "Pengembangan Media Digital Berbasis Microlearning Bagi Guru Satuan Pendidikan di Kabupaten Purwakarta".
Perihal tujuannya untuk penerapan dan meningkatkan pemahaman teknologi dalam dunia pendidikan yang dihadiri oleh guru PAUD hingga SMK.
Urgensi adaptasi teknologi pada semua tingkatan. Terutama dalam pemanfaatan teknologi yang berfungsi untuk proses pembelajaran.
Pembicara workshop tersebut di antaranya Dr. Suprih Widodo, Dian Permata Sari, Rizki Hikmawan, Liptia Venica, Hafiyyan Putra Pratama, dan Syifaul Fuada.
Ketua Program Studi (Kaprodi) PSTI, Ir. Nuur Wachid Abdul Majid menyampaikan, ucapan rasa terima kasihnya karena guru yang hadir terlihat sangat antusias mengikuti workshop tersebut.
"Dengan adanya muatan pelajaran Informatika di SMP dan SMA serta ekstrakurikuler TIK di semua jenjang, workshop ini menjadi langkah tepat untuk membahas dan merancang penerapan teknologi secara efektif dan terarah," ungkap Nuur Wachid.
Konsep yang jadi perhatian utama dari workshop ini yakni "microlearning".
Microlearning adalah pendekatan pengembangan materi ajar dalam bentuk yang singkat. Salah satu contohnya yaitu video durasi sekitar 3-5 menit.
"Kita semua tahu bahwa dalam era digital ini, perhatian kita cenderung singkat. Oleh karena itu, metode microlearning menjadi solusi untuk menyampaikan informasi dengan efektif tanpa membuat peserta didik merasa jenuh," paparnya.
Baca Juga: Lolos ke Final Piala AFF U-23 2023, Timnas Indonesia Tegaskan Dominasi atas Thailand
Ketua pelaksana yang juga sebagai Kaprodi itu juga sebut terkait pengembangan microlearning tidak hanya perihal durasi pendek, tetapi juga dampak yang dihasilkan.
"Pendekatan ini mendorong pembuatan materi pembelajaran yang padat informasi, relevan, dan mudah dipahami. Hal ini akan memberikan dampak positif terhadap pemahaman siswa dan efisiensi waktu dalam proses pembelajaran," pungkasnya.
Oleh karena itu, guru PAUD hingga SMK yang berpartisipasi pada acara yang bertema dalam menekankan teknologi untuk pendidikan berhasil digelar dengan lancar.(*)
Kontributor: Agit Wisnu
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari APBD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Dari Yugoslavia hingga Hindia Belanda: Negara-Negara yang Pernah Tampil di Piala Dunia Kini Hilang
-
Serum Retinol Hanasui Dipakai Kapan? Ini Panduan yang Benar agar Hasil Maksimal
-
Red Velvet Rayakan 12 Tahun Debut dengan Comeback Grup Lengkap dan Fan-Con
-
Tergiur Kerja di Tambang Papua, Wanita di Lampung Utara Kena Tipu Janji Manis Residivis
-
Jokowi Resmi Berjaket PSI? Pengamat Sebut Bisa Jadi Ancaman Elektoral bagi PDIP
-
BLEACH Rilis Ilustrasi Perjalanan Ichigo Jelang Final Arc The Calamity
-
Bocoran Tecno Pova 8 Pro Terbaru, Usung RAM 12 GB dengan Dimensity 7300
-
Dua Sejoli di Kampar Terciduk Curi Motor, Sempat Ngumpet di Atas Pohon
-
Moratorium SPPG Harus Jadi Momentum Audit Nasional, Bukan Sekadar Stop Dapur Baru
-
Fenomena Green Consumerism: Peduli Lingkungan atau Sekadar Tren Belanja?