/
Selasa, 29 Agustus 2023 | 11:40 WIB
Erick Thohir dan anak-anaknya saat pembukaan FIBA Basketball World Cup, anak-anak datang dan kasih support semangat. ((Instagram/erickthohir))

SUARA TASIKMALAYA - Destiawan Soewardjono, Direktur Utama PT Waskita Karya, ditangkap oleh Kejaksaan Agung pada tanggal 21 Juli 2023. Destiawan diduga melakukan korupsi penyelewengan penggunaan dana PT Waskita Beton Precast pada periode 2016-2020.

Tertangkapnya Destiawan menimbulkan kritik dari salah seorang netizen TikTok di akun Slowgan, dikutip pada Selasa (29/8/2023). Kritikan itu ditujukan terhadap Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir.

“Semenjak Pak Dirut Waskita ditangkap dia bilang semoga ini menjadi peringatan bagi BUMN lainnya,” kata netizen tersebut.

“Woy bangun! Kamu sudah dapat peringatan dari Desember kemarin waktu direktur keuangannya ditangkap kamu sudah dapat peringatan,” sambungnya.

Netizen tersebut menganggap bahwa penangkapan direktur keuangan waskita adalah peringatan bagi Erick Thohir dan menyinggung soal kapabilitas Menteri BUMN tersebut sebagai pebisnis.

“Kamu katanya pebisnis sukses, kalau ada penipuan, scf, perbankan itu dirut pasti tahu,” tambahnya.

Erick Thohir dituding terlalu sibuk mengurusi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) hingga lupa mengurusi tugasnya sebagai menteri BUMN.

Kritik tersebut muncul karena Destiawan sempat ditugaskan kembali oleh Erick Thohir melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada tanggal 14 Februari 2023. Padahal, Destiawan sudah pernah tersandung kasus korupsi pada tahun 2020.

Erick Thohir pun angkat bicara terkait kritik tersebut. Ia mengatakan bahwa dirinya tidak bisa mengintervensi proses hukum. Ia juga mengatakan bahwa dirinya sudah melakukan upaya untuk memperbaiki tata kelola di BUMN.

Baca Juga: 3 Penderitaan Oh Jin Woo di Drama 'Longing for You', Kematiannya Disengaja?

Meski demikian, kritik terhadap Erick Thohir masih terus bergulir. Banyak pihak yang menilai bahwa Erick Thohir tidak bisa fokus menjalankan tugasnya sebagai menteri BUMN karena terlalu sibuk mengurusi PSSI. (*)

Load More