SUARA TASIKMALAYA - Surabaya digemparkan oleh kasus seorang dokter gadungan yang berhasil menipu pihak RS PHC selama dua tahun dengan menggunaan identitas dr. Anggi Yurikno. Terkuaknya kebohongan ini telah menyulut perhatian publik dan menimbulkan kehebohan di dunia medis.
Dokter gadungan yang diketahui bernama Susanto berhasil mencatut data diri dr. Anggi Yurikno untuk memuluskan aksinya yang merugikan banyak pihak. Kasus ini mengejutkan karena Susanto berhasil menggunakan identitas palsu selama dua tahun tanpa terdeteksi.
dr. Anggi Yurikno, yang menjadi korban dalam kasus ini, mengungkapkan perasaannya setelah mengetahui bahwa data dirinya telah dicuri dan disalahgunakan oleh dokter gadungan.
"Saya sangat kaget," ujarnya.
Pelaku, Susanto, diduga telah memalsukan berbagai dokumen yang mencakup ijazah, Surat Tanda Registrasi (STR) dokter, dan izin praktik. Yang lebih mencengangkan adalah bahwa Susanto hanya mengganti foto dalam berbagai dokumen tersebut.
Dengan menggunakan dokumen palsu ini, Susanto berhasil bekerja sebagai seorang dokter di RS PHC Surabaya selama dua tahun. Kejadian ini hanya terungkap setelah pihak RS PHC Surabaya menghubungi dr. Anggi Yurikno untuk mengkonfirmasi keaslian identitasnya.
"Saya mengetahui kejadian ini saat pihak PHC menghubungi saya untuk mengkonfirmasi, sekitar bulan Juli kemarin. Dari situ, saya baru tahu bahwa ada yang mencatut nama saya," ujar dr. Anggi Yurikno dikutip dari ayobandung.com pada Jumat (15/9/2023).
Kasus ini telah mengguncang dunia medis dan mengingatkan semua pihak tentang pentingnya ketelitian dalam memeriksa identitas dan kualifikasi seseorang dalam profesi medis. Penyelidikan lebih lanjut akan dilakukan untuk mengungkap bagaimana pelaku dapat berhasil menjalankan perannya sebagai dokter gadungan selama dua tahun tanpa terdeteksi. (*)
Berita Terkait
-
Daftar Alfamart Terdekat di Surabaya, Lengkap dengan Alamatnya
-
Data Dirinya Dicatut Dokter Gadungan di Surabaya, dr Anggi Yurikno Angkat Bicara
-
Telah Resmi! Berikut Rekam Jejak Josep Gombau Pelatih Baru Persebaya
-
Josep Gomau Datang, Nasib Uston Nawawi Selanjutnya di Persebaya Tunggu Manajemen
-
IDI Tekankan Pentingnya Kredensial dalam Kasus Dokter Gadungan di Surabaya
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan
-
BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan
-
Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel
-
Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak
-
Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali
-
Demi Jam Terbang, Persib Bandung Resmi Pinjamkan Henhen Herdiana ke PSM Makassar
-
Bejad, Oknum Guru Ngaji di Kota Serang Asusila Gadis Berusia 9 Tahun
-
Smart Stick Berbasis AI Karya Siswa Indonesia Dilirik Profesor China, Apa Keunggulannya?
-
Gamer Siap-Siap! Nintendo Switch dan Switch 2 Bakal Resmi Masuk Indonesia Desember 2026