Suara.com - Foto permukaan Bumi di kala malam dari luar angkasa selalu menjadi obsesi para penggila sains dan geopolitik. Informasi seperti itu bisa menjadi petunjuk jumlah populasi, pertumbuhan, dan industri di satu negara.
Nah, sebuah foto terbaru dari stasiun antariksa internasional (ISS), yang diambil pada 30 Januari silam, menunjukkan gambaran kontras tentang pembangunan di Korea Utara dibanding negara-negara tetangganya.
Dalam foto tersebut terlihat Korut diselimuti bayangan hitam, sementara negara tetangga seperti Korea Selatan dan Cina sangat terang. Fakta itu menunjukkan betapa tertinggal dan terisolasinya negara komunis tersebut dibanding tetangga-tetangganya yang kaya.
"Korut hampir seluruhnya diselimuti kegelapan dibanding tetangganya Korsel dan Cina," bunyi penjelasan NASA Earth Observatory, seperti yang dikutip LiveScience, Senin (3/3).
Dari angkasa Korut lebih mirip lautan ketimbang sebuah daratan yang dihuni oleh lebih dari 24 juta penduduk. Dalam foto itu garis-garis pantai Korut tidak terlihat sama sekali, bagai bersatu dengan lautan.
Satu-satunya sumber cahaya Korut yang terlihat dari angkasa hanya berasal dari Pyongyang, ibu kota negara tersebut. Tetapi jika dibandingkan dengan Korsel, pancaran cahaya itu setara dengan sebuah desa kecil.
Di tengah kemajuan perekonomian dan teknologi komunitas global, Korut adalah salah satu negara yang paling menutup diri di dunia. Internet hampir tidak bisa diakses di negara itu. Hanya mereka yang diizinkan pemerintah yang bisa mengakses teknologi yang sudah lazim di dunia tersebut. Jika pun bisa mengakses internet, penduduk yang beruntung hanya bisa menjangkau Kwangmyong, jaringan internet domestik yang terkunci rapat.
Wartawan yang mengunjungi negeri itu wajib mematikan telepon selular mereka saat melewati perbatasan. Pada Februari 2013 pemerintah membuka akses internet 3G, tetapi hanya orang asing yang boleh menyentuhnya.
Penggunaan listrik di negara itu juga sangat kecil. Tingkat konsumsi listrik perkapita di Korut hanya 739 kilowatt hours pada 2011 - bandingkan dengan Korsel yang mencapai 10.162 kilowatt hours.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Jadi Destinasi Baru Bulan Agustus, Styles Land Ajak Pengunjung Eksplorasi Dunia Kreatif di Jakarta
-
6 Weton Tibo Pati: Harus Rasakan Kesulitan Rezeki Sebelum Akhirnya Sukses Bergelimang Harta
-
Tanggal Kembar 8.8, Saatnya Lengkapi Kebutuhan Skincare hingga Vitamin dengan Lebih Hemat
-
Fenomena AI Slop: Mengapa Poster UMKM Makin Seragam dan Bikin Kita Bosan?
-
Akal-akalan Peredaran Tramadol Ilegal di Jatim, Dijual di Marketplace Jadi Sparepart
-
140 Sekolah SMA/SMK di Lampung Bersolek Total Tahun Ini
-
Kanwil Imigrasi Sumut Perkuat Sinergi dengan Pemkab Simalungun
-
Timnas Indonesia Tersingkir di AFF! Alarm Keras Menuju Piala Asia 2027: Masih Layakkah John Herdman?
-
Jangan Salahkan Attitude! Ini Alasan Logis Kenapa Gen Z Susah Cari Kerja
-
Stres, Cemas, atau Butuh Teman Cerita di Makassar? Ini Lokasi 'Pojok Curhat' Bisa Anda Kunjungi