Suara.com - Ada berita buruk bagi mereka yang gemar menonton film biru di smartphone Android. Kini, ada virus baru yang berupaya mengecoh si pengakses film biru agar membayarkan sejumlah uang.
Virus itu menyasar pengguna smartphone yang mengakses situs-situs "esek-esek" tertentu. Ketika hendak menonton sepotong film di situs tersebut, muncul perintah untuk mengunduh sebuah "pemutar video" jika ingin menyaksikan film "panas" yang dipilih. Padahal, itu hanya jebakan. "Pemutar video" itulah virusnya.
Setelah itu, ketika si pengguna mengira dirinya sudah aman dan tinggal menikmati saja, tiba-tiba muncul pesan di layar. Isinya cukup meyakinkan pula.
"PERHATIAN. Ponsel anda telah dikunci atas alasan keamanan yang tertulis di bawah ini. Semua aktivitas yang dilakukan di ponsel ini sudah dicatat. Semua data Anda sudah di-enkripsi," demikian bunyi "pesan tak diundang" itu.
"Anda dituduh melihat/ menyimpan dan/atau menyebarkan pornografi terlarang...," sambung pesan itu.
Ternyata, virus itu cukup "pandai". Virus itu menyesuaikan diri dengan negara di mana pengguna mengakses situs porno tersebut. Jika pengguna berada di Amerika Serikat, yang muncul adalah logo Biro Penyidik Federal Amerika Serikat (FBI). Bahkan, gambar sosok fiktif "Paman Sam" muncul di situ. Lain halnya jika situs itu diakses dari Inggris. Sosok Ratu Elizabeth pun muncul, seolah-olah pesan itu datang langsung dari kerajaan Inggris.
Tujuan si pembuat atau si pemasang virus adalah untuk membuat pengguna membayarkan sejumlah uang kepada mereka. Pengguna akan diminta untuk membayar denda sebesar 300 dolar Amerika atau senilai Rp3,4 juta agar ponselnya bisa dibuka kembali.
Namun, kabar baiknya, virus itu tidaklah terlalu canggih. Cukup tap tombol "back" atau "home" di ponsel, maka virus itu langsung tertutup. Lalu, pengguna tinggal masuk ke menu aplikasi dan meng-uninstall aplikasi "pemutar video" yang tadi diunduh. Selesai. (news.com.au)
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik
-
Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik