Suara.com - Sebuah materi yang ditemukan para penliti dari Universitas Utrect, Belanda, menjelaskan kalau meteor berdiameter 10 km yang menabrak bumi 66 juta tahun lalu, tidak hanya membuat spesies dinosaurus punah, tapi juga mengakibatkan musim dingin hampir sepanjang 100 tahun.
Musim dingin itu muncul karena sinar matahari terbllokir alias tidak bisa menembus bumi yang dikenal sebagai planet biru dan menyebabkan suhu dilautan melorot hingga tujuh derajat Celcius.
Lokasi tumbukan meteor yang dinamakan Chicxulub di Mexico, menyebarkan debu yang berterbangan hingga ke atmosfir dan menghalangi sinar matahari sehingga membuat temperature bumi turun drastis.
Hal itulah yang diperkiarakan memicu kepunahan dinosaurus dan berkahirnya periode mahluk besar yang hingga kini belum terbukti.
Pakar dan peneliti suhu atau Paleoklimatolgi menemukan bukti justru setelah mempelajari lapisan sedimen bebatuan di Texas, Amerika, yang diperkirakan seumur dengan ledakan meteor itu.
Para peneliti juga menemukan organisme di bebatuan tersebut menunjukkan bagaimana susuhu bisa anjlok drastis.
Di area yang sama juga ditemukan lapisan pasir dan minyak yang disebabkan oleh tsunami raksasa akibat tubrukkan meteor. Sebagai buktinya adalah lapisan mineral iridium yang sama ditemukan pada meteor. (news.com.au)
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?