Suara.com - Belakangan ini masyarakat hangat memperbincangkan soal kecerdasan intelektual (IQ) bagi seorang calon pemimpin negara.
Topik ini muncul setelah media massa dan media elektronik santer memberitakan soal bocornya hasil tes IQ salah satu calon presiden yang bakal berlaga di Pemilihan Presiden Republik Indonesia, 9 Juli mendatang.
Yang menjadi pertanyaan, sebenarnya seberapa penting IQ bagi seorang pemimpin negara? Apakah IQ merupakan komponen utama yang menentukan keberhasilan seseorang dalam memimpin sebuah negara?
Menjawab pertanyaan tersebut, psikolog Henni Norita dari Lembaga Psikologi Hikari berpendapat bahwa hal utama yang dibutuhkan oleh seorang pemimpin negara adalah kecerdasan emosionalnya (EQ).
"Sebab orang yang IQ-nya tinggi, tetapi EQ-nya rendah memiliki sifat yang superior. Dia menilai rendah tentang orang lain, arogan, kaku dan sedikit atau bahkan tidak punya empati dengan orang lain," jelasnya kepada suara.com di Jakarta, Sabtu (7/6/2014).
Memimpin sebuah negara terlebih negara seperti Indonesia, lanjut Henni, di mana rakyatnya sangat beragam, mulai dari suku, agama, ras dan budayanya, tidak cukup hanya bermodal IQ yang tinggi.
Seorang pemimpin, tambah dia, juga harus memiliki kecerdasan emosional yang baik karena harus benar-benar bisa merangkul semua rakyatnya, bisa berkomunikasi dan berempati dengan baik, serta mendengar aspirasi rakyatnya. Semua itu, kata Henni, tidak sebatas diucapkan tetapi juga dibuktikan.
"Ambil contoh Einstein misalnya, dia memang genius tapi punya masalah dalam pergaulan sosialnya. Jadi, dia memang tepat jadi ilmuwan, tapi bukan untuk jadi pemimpin," tegasnya.
Mengutip pernyataan psikolog ternama Daniel Goleman, Henni mengatakan bahwa keberhasilan manusia tidak hanya ditentukan oleh IQ melainkan juga harus ditunjang kecerdasan EQ-nya.
Dalam bukunya yang berjudul "Working With Emotional Intelligence," Goleman juga menegaskan bahwa kompetensi pekerjaan yang didasarkan pada kecerdasan emosional memainkan peranan yang lebih besar ketimbang kecerdasan intelektual atau ketrampilan teknis.
Jadi, Henni menyimpulkan bahwa menganalisis hubungan keberhasilan seorang pemimpin dengan bentuk kecerdasannya harus dilihat secara proporsional.
"IQ dapat dipandang sebagai syarat keutamaan seorang pemimpin. Tetapi syarat itu masih kurang dan harus ditambah dengan syarat kecukupan yakni kecerdasan emosional (EQ)," jelasnya.
Dan perlu diingat, kata Henni, orang-orang yang memiliki kecerdasan emosional, memiliki pula IQ yang baik (skor IQ normal). Namun orang-orang yang IQ-nya tinggi, belum tentu memiliki EQ yang baik.
Berita Terkait
-
Paradoks Demokrasi: Mengapa Pemimpin Militer Berisiko bagi Indonesia?
-
The Kings Warden dan Luka Pemimpin yang Disingkirkan
-
Prabowo Akui Program MBG Banyak Masalah, Sebut Ada Pimpinan Tidak Kuat jika Berurusan dengan Uang
-
Gus Miftah Masuk Radar Pemimpin Masa Depan PBNU
-
Melayani untuk Memimpin: Menemukan Makna Kepemimpinan dalam Built to Serve
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Oppo Reno 16 Series Debut di China 26 Mei 2026, Lanjut Masuk ke Pasar Global
-
Pakai Chip Snapdragon X2, Laptop Lenovo IdeaPad 5 2-in-1 Terbaru Tahan 33 Jam
-
iQOO Z11 dan Z11 Lite Bersiap ke Indonesia: Kombinasikan Chip Snapdragon serta Dimensity
-
Tak Hanya Xiaomi 17 Max, Mobil Listrik Gahar Xiaomi YU7 GT Siap Debut Pekan Ini
-
Moto Buds 2 Bersiap ke Pasar Asia, Bawa Baterai Tahan Lama dan Fitur ANC
-
The Economist Milik Siapa? Kritik Keras Prabowo, Ada Grup Rothschild dan Agnelli
-
Tebus Kesalahan, Devil May Cry Season 2 Dapat Sambutan Positif di Netflix
-
Sony Siapkan Headphone Premium: Pesaing AirPods Max, Harga Diprediksi Tembus Rp11 juta
-
5 HP Honor RAM Besar Termurah, Kuat untuk Multitasking Berat Mulai Rp2 Jutaan
-
Honor Robot Phone Siap Meluncur: Bawa Modul Kamera Gimbal dan Sensor 200 MP