News / Nasional
Sabtu, 16 Mei 2026 | 16:07 WIB
Presiden RI Prabowo Subianto ketika melihat proses belajar mengajar setelah meninjau pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Kedung Jaya 1 Bogor, Kota Bogor, Jawa Barat, Senin (10/2/2025). (Biro Pers Sekretariat Presiden)
Baca 10 detik
  • Presiden Prabowo mengakui adanya kendala dan penyimpangan integritas dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis di seluruh Indonesia.
  • Kepala Negara memberikan peringatan tegas berupa pemecatan bagi pejabat yang terbukti menyalahgunakan wewenang dalam program nasional tersebut.
  • Pemerintah kini memanfaatkan Koperasi Desa Merah Putih sebagai sistem pengawasan transparan untuk mengoptimalkan efektivitas penyaluran program bantuan.

Suara.com - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memberikan pernyataan terbuka mengenai kendala dalam pelaksanaan program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG).

Di tengah peresmian 1.061 Koperasi Desa Merah Putih di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026), Prabowo secara jujur mengakui bahwa program tersebut masih menghadapi banyak masalah di lapangan.

"Bahwa banyak masalah, iya. Bahwa banyak tantangan, benar. MBG banyak masalah, kita harus tertibkan," kata Prabowo.

Ia menekankan bahwa permasalahan utama sering kali bersumber dari integritas para pelaksana yang goyah saat berhadapan dengan anggaran besar.

"Manusia Indonesia ya kita mengertilah ya, penyakit kita harus kita berani hadapi, harus kita berani bicarakan bahwa banyak di antara unsur-unsur pimpinan kita hatinya tidak kuat, integritasnya tidak kuat, imannya tidak kuat. Berurusan dengan uang dia lupa," ujar Prabowo.

Merespons berbagai temuan penyimpangan tersebut, Kepala Negara memberikan peringatan keras tanpa kompromi.

Ia memastikan tidak akan ragu untuk memecat pejabat atau pimpinan yang terbukti menyalahgunakan kewenangan dalam program MBG.

"Saya sudah katakan, pemerintah saya tidak ragu-ragu. Siapapun yang melanggar, yang menyimpang, yang menyalahgunakan kewenangan akan kita tertibkan, kita bersihkan, kita copot dari jabatan," kata dia.

Meski mengakui MBG menghadapi banyak masalah manajerial, Presiden Prabowo menegaskan program ini tetap menjadi prioritas nasional karena manfaatnya yang sangat dirasakan oleh masyarakat kelas bawah.

Baca Juga: Tepis Isu RI Bakal 'Collapse', Prabowo: Rakyat di Desa Nggak Pakai Dolar, Indonesia Masih Oke!

Ia menceritakan pengalamannya bertemu langsung dengan petani yang memohon agar program ini tidak dihentikan.

Profil Yayasan Media Berkat Nusantara, Jadi Sorotan Usai Kisruh Dana MBG (indonesia.go.id)

"Ke mana-mana saya ketemu rakyat kecil, petani, 'Pak tolong Pak MBG jangan diberhentikan. Ini sangat membantu cucu-cucu saya bisa makan, sangat membantu keluarga saya.' Jadi MBG sangat penting," katanya.

Guna meminimalisir masalah dan kebocoran di masa depan, Presiden kini menopang program MBG melalui sistem Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih yang baru saja diresmikan.

Harapannya, koperasi ini bisa menjadi instrumen pengawas sekaligus penggerak ekonomi desa yang lebih transparan.

"Sekarang kita topang dengan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih. Ini semua akan mendukung industrialisasi melalui Koperasi Merah Putih," pungkasnya.

Load More