Suara.com - Aneh tapi nyata, itu mungkin sebutan yang pantas untuk aplikasi pengiriman pesan yang baru diluncurkan ini.
"Yo" namanya. Lalu apa kelebihannya? Aplikasi ini bisa mengirimkan sebuah pesan yang super singkat kepada pengguna lainnya. Pesan itu adalah "yo" dan hanya itu. Aplikasi ini hanya bisa mengirimkan satu kata yakni "yo".
Terdengar aneh memang, namun begitulah adanya. Menurut pembuatnya, Arbel, aplikasi ini menawarkan kesederhanaan pengiriman pesan. Dia lalu membandingkan aplikasi buatannya itu dengan aplikasi pengiriman pesan lainnya.
Menurutnya Arbel, orang harus melakukan 11 kali tap jika ingin mengirimkan "yo" melalui aplikasi Whatsapp. Tapi, dengan aplikasi buatannya, cukup lakukan 2 kali tap, dan wuss, kata "yo" pun sampai ke ponsel penerima.
Anda bisa mengunduhnya di iTunes Apple dan Google Play secara gratis. Setelah terinstal, Anda akan diminta membuat sebuah nama. Anda bisa mengundang teman-teman untuk memakai aplikasi tersebut melalui pesan singkat (SMS), Facebook, atau Twitter.
Untuk mengirimkan "yo" ke teman, cukup tap pada nama teman yang dituju. Di ponsel teman Anda, akan muncul pemberitahuan bahwa mereka telah menerima sebuah "yo" dari Anda. Itu saja.
Dalam rangka Piala Dunia, aplikasi ini menambahkan username WORLDCUP. Anda akan menerima sebuah "yo" jika ada gol yang tercipta dalam pertandingan Piala Dunia yang manapun. Cuma "yo" saja, tanpa informasi soal siapa yang mencetak gol.
Anehnya, aplikasi super aneh ini sudah menggalang 1 juta Dolar atau setara Rp11,9 miliar dari sejumlah investor. Si pemilik juga mengklaim aplikasinya sudah mempunyai 50.000 pengguna. (Dailymail)
Berita Terkait
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot
-
Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral
-
Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan
-
Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan
-
Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan
-
BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan
-
Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel
-
Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak
-
Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali