Suara.com - Pemerintah Iran diberi waktu selama 30 hari untuk memblokir WhatsApp dan juga sejumlah layanan sosial lainnya. Penutupan itu dilakukan karena media sosial menghadirkan sesuatu yang tidak bermoral dan juga berisi materi yang terkait kriminal.
Pengadilan menuding Menteri Komunikasi Iran Mahmoud Vaezi gagal untuk mencabut sejumlah laman media sosial dan juga aplikasi lainnya yang populer.
“Meski ada waktu tiga bulan untuk memberi tahu rekan anda tentang penutupan media sosial, tetapi tidak ada langkah yang diambil untuk menarik layanan itu yang tidak Islami dan tidak bermoral,” kata Mohseni-Ejei, salah satu hakim pengadilan.
Ultimatum tersebut diberitakan oleh media lokal Iran menyusul investigasi yang dilakukan oleh polisi terkait materi yang menyerang pemimpin Iran pada revolusi 1979 yaitu Ayatollah Khomeini. Kelompok kanan juga menyerang Presiden Rouhani yang menganggap internet sebagai kesempatan dan bukan ancaman.
Seperti TV satelit dan juga video musik di awal dekade ini, dunia maya juga dianggap sebagai ancaman bagi publik terutama terkait masalah moral dan juga dianggap subversive bagi pemimpin Syiah yang berkuasa di Iran.
Sejumlah aktivis online dan juga bloger telah dipenjara sejak munculnya protes yang masif terhadap pemilihan umum yang dimenangkan Mahmoud Ahmadinejad pada 2009 lalu. Namun, semuanya berubah ketika Rouhani terpilih sebagai Presiden.
Rouhani melalui Menteri Komunikasi berjanji akan menyaring informasi yang disebar melalui media sosial sehingga tidak bisa menyampaikan materi yang berbau pornografi. Namun, rencana tersebut belum dilaksanakan sampai pengadilan mengeluarkan keputusan untuk memblokir semua media sosial. (Reuters)
Tag
Berita Terkait
-
Like, Validasi, dan Kecemasan: Harga Psikologis Mahasiswa di Era Sosmed
-
Estetika Media Sosial: Kala Hidup Lebih Penting Terlihat daripada Dijalani
-
Ketika Akses Ditutup, Risiko Tak Hilang: Pelajaran dari Larangan Media Sosial
-
Membaca Emosi Manusia di Antara Tertawa dan Menangis di Era Media Sosial
-
Kebahagiaan Era Media Sosial: Antara Ekspresi Diri dan Kerentanan Emosional
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
- 5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan untuk Ojol, RAM 8 GB dan Baterai Awet
Pilihan
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
-
Dompet Menjerit Jelang Ramadan, Petani Tak Nikmati Harga Pangan yang Melambung Tinggi
-
Merayap dalam Senyap, Kenaikan Harga Pangan Semakin Mencekik Rakyat Kecil
-
Alarm Bahaya untuk BEI, Mengapa Indonesia Terancam Turun ke Kasta Banglades?
-
Isu Reshuffle untuk Singkirkan 'Orang Jokowi' Berhembus, Ini Jawaban Tegas Mensesneg
Terkini
-
31 Kode Redeem FF 3 Februari 2026 Terbaru: Ada Skin SG2, Emote Langka, dan Bundle Eksklusif Gratis
-
Acerpure Clean V2 Resmi Hadir, Vacuum Cordless Ringan dengan Fitur Canggih Khusus Pemilik Hewan
-
Dua Eksekutif Teknologi Senior Siap Pacu Akselerasi Cloud dan AI di Asia Tenggara
-
Xiaomi Pad 8 Global Muncul di Geekbench: Siap ke Indonesia, Pakai Chip Kencang Snapdragon
-
Siapa Daud Tony? Viral Ramal Kejatuhan Saham dan Kripto, Harga Perak Meroket
-
5 Rekomendasi Smartwatch Terbaik di Bawah Rp1 Jutaan, Spek Canggih!
-
Xiaomi Rilis Monitor Gaming Anyar: Tawarkan Refresh Rate 200 Hz, Harga Kompetitif
-
53 Kode Redeem FF Terbaru 3 Februari 2026, Ada Jujutsu Kaisen Monster Truck Gratis
-
POCO F8 Series Segera Dipasarkan di Indonesia, Harga POCO F7 Makin Miring
-
Siap ke Indonesia, Tecno Camon 50 Series Dukung SuperZoom 20X dan Sensor Sony