Tekno / Internet
Jum'at, 10 Oktober 2014 | 16:42 WIB
Laman Instagram Rich Kids of Tehran yang ditutup Iran. (Instagram)

Suara.com - Iran menutup akses ke sebuah laman Instagram yang memamerkan foto-foto gaya hidup muda-mudi kalangan atas negara tersebut. Laman Instagram Rich Kids of Tehran atau Bocah-bocah Kaya Teheran tersebut sempat memicu kemarahan publik Iran.

Akun instagram tersebut memuat kumpulan foto muda-mudi kaya Iran sedang menaiki mobil-mobil sport mewah, mengenakan jam tangan mahal, dan minum-minum di tepian kolam renang. Lama itu juga menampilkan foto-foto perempuan tak berhijab, bahkan berbiki.

Sebelumnya, laman tersebut mendapat perhatian media internasional pada awal pekan ini. Kini, menurut kicauan pengguna Twitter dan situs berita yang berafiliasi dengan kaum konservatif, laman tersebut sudah ditutup.

Lansiran Weblognews.ir, laman Instagram tersebut memuat gambar-gambar vulgar. Karena itulah, laman itu "disensor".

Sejak dibuat pada tanggal 13 September lalu, laman Istagram tersebut sudah memiliki lebih dari 70 ribu follower. Setelah mendapat sorotan media, admin laman Instagram tersebut membuat keterangan soal apa sebenarnya yang dimuat laman tersebut.

"Kawasan Timur Tengah di televisi selalu menerima perhatian negatif dan kami hanya ingin menunjukkan bahwa Teheran (ibukot Iran) tidak seperti itu," bunyi keterangan pada laman tersebut.

"Laman ini tidak bermuatan politik dan kami tidak pernah punya niatan buruk. Kami tidak menyangka laman ini menjadi berita besar di seluruh dunia," tulis admin di laman itu.

Sejumlah pengamat khawatir, akun Instagram tersebut dapat membahayakan orang-orang yang ada dalam foto-foto itu. Tentu masih segar dalam ingatan soal enam pemuda Iran yang ditangkap dan divonis penjara dan hukum cambuk setelah berjoget mengiringi lagu "Happy" dari Pharrell Williams. Aksi joget mereka direkam dalam sebuah video dan diunggah ke Youtube.

Sosok muda-mudi dalam laman Rich Kids of Tehran memang tidak jelas identitasnya. Namun, beberapa pengamat menduga, beberapa diantaranya adalah putra dan putri elit politik Iran.

"Sebagian besar dari mereka memiliki orangtua yang tak tersentuh," tutur Sara, seorang konsultan IT di Teheran seperti dikutip oleh London Times. (Mashable)

Load More