Tekno / Sains
Senin, 02 Februari 2015 | 10:41 WIB
Patung Jenghis Khan di Mongolia (Shutterstock).

Suara.com - Lebih dari 800 juta lelaki yang hidup di dunia saat ini sebenarnya adalah anak-anak dari 11 lelaki, termasuk di antaranya adalah penguasa Mongol, Jenghis Khan. Kesimpulan itu merupakan hasil penelitian sejumlah ilmuwan di Inggris.

Para ahli genetika yang terlibat dalam penelitian itu melacak 11 rangkaian kromosom Y unik, yang terus bertahan dalam populasi manusia modern di Asia. Kromosom Y hanya terdapat pada lelaki.

Dalam penelitian itu mereka menganalisis DNA 5321 lelaki dari 127 kelompok masyarakat di Asia dan menemukan ada 11 kombinasi kromosom Y yang selalu berulang dalam contoh genom ribuan sampel yang diteliti.

Setidaknya 37,8 persen dari 5321 lelaki yang diteliti mempunyai kromosom Y unik itu. Jika dibandingkan dengan populasi manusia saat ini, angka itu setara dengan sekitar 830 juta lelaki di Bumi.

Penelitian yang diterbitkan dalam European Journal of Human Genetics edisi Januari itu, kemudian menganalisis mutasi acak yang unik dalam DNA dan yang terjadi sepanjang waktu, untuk menemukan kapan 11 rangkaian kromosom unik itu terbentuk. Harapannya dengan mengamati distribusi kromosom itu pada populasi yang diteliti, para ilmuwan bisa memperkirakan siapa nenek moyang mereka.

Sebelumnya, sebuah penelitian pada 2004 pernah menyatakan bahwa sekitar 16 juta lelaki di dunia kemungkinan besar berasal dari keturunan Jenghis Khan, yang wafat pada 1227 Masehi. Kesimpulan itu diambil setelah peneliti menganalisis kromosom Y ribuan sampel yang sangat mirip dengan pemimpin yang hidup di Mongolia pada 800 tahun lalu.

Para peneliti juga mengatakan bahwa Jenghis Khan adalah orang yang punya potensi terbesar untuk yang bisa mempunyai keturunan banyak dan tersebar di wilayah yang sangat luas. Ia selama 80 tahun menguasai wilayah yang melingkupi Cina, Iran, Pakistan, Korea, dan Rusia Selatan.

Sebelas Nenek Moyang Lelaki

Adapun 11 orang yang diduga sebagai bapak ratusan juta manusia di dunia itu hidup di sekitar tahun 2100 sebelum Masehi dan 1100 Masehi.

Kesebelas nenek moyang lelaki di dunia itu - selain Jengis Khan - adalah Giocangga, pemimpin Cina yang wafat pada 1583. Cucu Giocangga adalah pendiri Dinasti Qing, yang berkuasa di Cina dari 1644 sampai 1912.

Giocangga dipercaya mempunyai banyak istri dan selir. Ia disebut mempunyai lebih dari 1.500 anak.

Para peneliti juga menemukan bahwa salah satu dari 11 garis keturunan lelaki di Bumi berasal dari sepanjang jalur perdagangan purba, Jalan Sutera, dari sekitar tahun 850 Masehi.

Kelompok ini diperkirakan berasal dari para penguasa wilayah padang rumput di Khitan, Tangut Xia, Juchin, Kara-Khitan, dan Mongol. Para peneliti menduga bahwa Abaoji, Kaisar Taizu dari Liao dan Khan Agung Bangsa Khitan, yang wafat pada 926 Masehi, adalah ayah dari garis keturunan ini.

"Tingginya keberhasilan reproduksi sering bergantung pada tingginya status sosial," kata Mark Jobling, pakar genetika dari Universitas Leicester, Inggris, yang memimpin penelitian itu.

"Lelaki dengan status sosial tinggi punya peluang lebih besar untuk kawin, akses untuk menikahi lebih banyak perempuan, dan anak-anaknya punya peluang hidup lebih besar," imbuh Jobling.

Salah satu dari nenek moyang ratusan juta lelaki di dunia ini diketahui berasal dari utara Turki dari tahun 700 sebelum Masehi. Yang lain lagi berasal dari sekitar Iran dan ia hidup di sekitar 1100 Masehi.

Nenek moyang lain diduga berasal dari Asia Tenggara di tahun 2100 dan 1500 sebelum Masehi. Pada masa ini manusia mulai mengenal pertanian dan bergerak melewati Birma ke Laos, Thailand, dan Kamboja. Mereka ini yang diduga mendirikan kekaisaran Mon dan Khmer.

Meski demikian satu-satunya cara untuk mengetahui dengan pasti asal-muasal nenek moyang 830 juta lelaki di dunia tadi adalah dengan mengambil contoh DNA 11 lelaki ini. Karenanya para peneliti berharap bisa menemukan makam Jenghis Khan agar bisa mengambil contoh DNA-nya dan mencocokannya dengan hasil penelitian mereka. (Daily Mail)

Load More