Suara.com - Perkembangan ponsel yang semakin canggih membuat kehadiran feature phone mulai tergusur. Bahkan keberadaan ponsel dengan layar minimalis ini pun sudah mulai langka.
Fenomena tersebut ternyata membuat beberapa harga feature phone meroket tinggi terutama dalam situs-situs jual beli daring (online).
Meski tidak banyak menawarkan fitur canggih layaknya smartphone, namun ponsel fitur ini lebih tahan lama dan memiliki daya baterai yang tinggi serta mudah dalam penggunaan.
Model klasik dari beberapa merek seperti Nokia, Ericsson dan Motorola berhasil meraih angka penawaran tinggi di e-bay dan beberapa situs lainnya.
"Di situs kami, harga feature phone yang ditawarkan dengan harga lebih dari 1.360 dolar dolar Amerika (Rp17,5 juta)," kata pemilik situs vintagemobile.fr, Djassem Haddad.
Dia menyebut bahwa tingginya harga ponsel tersebut karena sulit dicari serta ponsel tersebut merupakan ponsel edisi terbatas.
Toko online dari Perancis, Lekki yang juga menjual berbagai macam ponsel vintage menyebut bahwa kesederhanaan yang ditawarkan feature phone membuat manusia mampu hidup ke depan.
"Dengan banyaknya aplikasi online, media sosial dan surel membuat manusia menjadi budak dari teknologi," katanya.
Ada beberapa model yang banyak diincar oleh para pengguna smartphone yang ingin bernostalgia seperti Motorola StarTac 130 tahun 1998 yang dijual dengan harga 245 dolar dolar Amerika tau Rp3,2 juta.
Tidak hanya itu ponsel Nokia 8210 dengan layar monokrom dan tombol plastik dijual dengan harga 80 dolar atau Rp1 juta.
Sedangkan Nokia 8800 edisi gold dijual dengan 1.360 dolar dolar Amerika atau Rp17,5 juta dan versi biasa dijual dengan harga 337 dolar Amerika atau Rp4,3 juta. (Dailymail)
Berita Terkait
Terpopuler
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
- Setelah Pelatih Giliran Suporter FC Twente Usir Mees Hilgers: Pemain Malas
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Di Bursa Capres 2029: Elektabilitas Dedi Mulyadi Tembus 42 Persen, Ungguli Prabowo
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Duka di Cikarang Utara: Ayah dan Anak Tewas Usai Ledakan Tabung Gas Hanguskan Rumah
-
Sapu Bersih 40 Suara! Emil Dardak Kembali Pimpin Demokrat Jatim Secara Aklamasi
-
Tembus Rp189 Miliar! Data PPATK Bongkar Transaksi Judi Daring Warga dan ASN di Lebak
-
Maba UII Langsung Juara Campus League, Alfira Deanika Tundukkan Unggulan UNESA
-
Menyambangi Tebuireng, Tradisi Ziarah dan Suka Cita Warga NU Jelang Muktamar Ke-35
-
Momentum HAPERNAS 2026, Perumnas Serahterimakan Hunian kepada Lebih dari 530 Konsumen
-
Bila Mufakat Buntu, Sidang Pleno III Muktamar Ke-35 NU Sepakati Opsi Voting
-
Bahtsul Masail di Muktamar NU Sepakat Kripto Boleh Ditransaksikan
-
Batas Aman BPA Diperketat! BPOM Resmikan Aturan Baru Kemasan Galon Guna Ulang
-
Pabrik Styrofoam di Cileungsi Ludes Terbakar, Percikan Las Hanguskan Bangunan Hingga 7 Mobil