Ilustrasi Facebook dan Instagram (Shutterstock).
Bocah-bocah dari keluarga kaya cenderung menggunakan media sosial Instagram dan Snapchat ketimbang teman-teman seusia mereka dari keluarga dengan ekonomi pas-pasan, yang justru lebih banyak menggunakan Facebook.
Lembaga survei terkemuka Amerika Serikat, Pew Research Centre, menemukan bahwa 51 persen remaja berusia 13 sampai 17 tahun di AS yang berasal dari keluarga berpenghasilan maksimal 30.000 dolar (sekitar Rp390 juta) per tahun, lebih banyak menggunakan Facebook ketimbang Instagram, Snapchat, atau Twitter.
Sementara di kelompok anak yang berasal dari keluarga berpenghasilan di atas 100.000 dolar (Rp1,3 miliar) per tahun, hanya 31 persen yang masih menggunakan Facebook. Mereka lebih memilih Instagram (25 persen) dan Snapchat (15 persen).
Kecendrungan yang sama juga ditemukan terhadap penggunaan Twitter. Anak-anak dari keluarga kaya lebih banyak menggunakan Twitter (8 persen), sementara hanya 3 persen remaja dari keluarga miskin yang mengakses Twitter.
Secara keseluruhan dalam survei bertajuk "Teens, Social Media & Technology Overview 2015", Pew menunjukkan bahwa 71 persen remaja di AS menggunakan Facebook, 52 persen di Instagram, 41 persen di Snapchat, 33 persen menikmati Twitter, 24 persen Vine, dan hanya 15 persen menggunakan Tumblr.
Survei ini digelar dari akhir 2014 hingga awal 2015 dan melibatkan 1060 remaja di AS.
Lembaga survei terkemuka Amerika Serikat, Pew Research Centre, menemukan bahwa 51 persen remaja berusia 13 sampai 17 tahun di AS yang berasal dari keluarga berpenghasilan maksimal 30.000 dolar (sekitar Rp390 juta) per tahun, lebih banyak menggunakan Facebook ketimbang Instagram, Snapchat, atau Twitter.
Sementara di kelompok anak yang berasal dari keluarga berpenghasilan di atas 100.000 dolar (Rp1,3 miliar) per tahun, hanya 31 persen yang masih menggunakan Facebook. Mereka lebih memilih Instagram (25 persen) dan Snapchat (15 persen).
Kecendrungan yang sama juga ditemukan terhadap penggunaan Twitter. Anak-anak dari keluarga kaya lebih banyak menggunakan Twitter (8 persen), sementara hanya 3 persen remaja dari keluarga miskin yang mengakses Twitter.
Secara keseluruhan dalam survei bertajuk "Teens, Social Media & Technology Overview 2015", Pew menunjukkan bahwa 71 persen remaja di AS menggunakan Facebook, 52 persen di Instagram, 41 persen di Snapchat, 33 persen menikmati Twitter, 24 persen Vine, dan hanya 15 persen menggunakan Tumblr.
Survei ini digelar dari akhir 2014 hingga awal 2015 dan melibatkan 1060 remaja di AS.
Komentar
Berita Terkait
-
Kenapa Video Story Instagram Patah-Patah? Ini 5 Cara Jitu Bikin Jernih dan Mulus Lagi
-
Tak Sekadar Batasi Konten, Instagram Mulai Beri Peringatan Saat Remaja Cari Istilah Berbahaya
-
17 Caption 17 Agustus Singkat Aesthetic untuk Instagram
-
25 Ide Caption Instagram Hari Pramuka 2026 yang Kreatif dan Menarik
-
Dua Mahasiswa Diduga Jadikan Instagram Lapak Tembakau Sintetis
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran
-
Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija
-
Persib Bandung Wajib Waspada! Teja Paku Alam Ungkap Ancaman Serangan Balik Manila Digger
-
Bisikan Sang Ayah Bikin Agil Bangkit, Mahasiswa UT Ini Raih Podium Campus League
-
Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa
-
Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara
-
Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU
-
Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum
-
Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok
-
Geger Skandal Sekpri vs Wabup Sumedang: Rumah Dinas Jadi Sorotan, Pemprov Turun Tangan