Huawei P8 yang diluncurkan di London, Inggris, Rabu (15/4) [Huawei.com].
Produsen telepon seluler Cina, Huawei, memperkenalkan ponsel anyarnya yang dinamai P8 di London, Inggris, pada Rabu (15/4/2015). P8 akan menjadi senjata Huawei menghadapi Samsung Galaxy S6 dan iPhone 6.
Huawei P8, yang menggunakan sistem operasi Android, punya layar berukuran 5,2 inci, sedikit lebih besr ketimbang layar Galaxy S6 dan iPhone 6. Huawei juga memacu mesin P8 dengan prosesor 8 core 64 bit.
Terbuat dari logam, Huawei P8 lebih tipis dari dua saingannya. Ponsel itu hanya setebal 6,4 milimeter. Seperti kedua rivalnya, iPhone dan Samsung Galaxy, Huawei juga didampingi oleh varian yang lebih besar, P8 Max dengan layar berukuran 6,8 inci.
Huawei mengatakan selain desain yang menarik, keunggulan P8 adalah kameranya yang unggul dalam berfoto selfie, bisa secara otomatis memperbaiki warna saat memotret. Teknologi ini, kata Presiden Huawei, Shao Yang, diambil untuk membuat P8 lebih diterima oleh pasar perempuan.
"Di pasar perempuan, Huawei belum berkinerja baik. Ini justru jadi pasar potensial bagi seri P," kata Yang.
Adapun Huawei P8 versi standar akan mulai dijual di 30 negara dengan harga 499 euro atau sekitar Rp6,9 juta per unit.
Huawei dan dua rekannya dari Cina, Lenovo serta Xiaomi, adalah penantang serius dua raksasa ponsel dunia, Samsung dan Apple. Menurut perusahaan riset Gartner, Huawei ada di urutan keempat produsen ponsel terbesar di dunia, setelah berhasil menjual 68 juta unit ponsel pada 2014 lalu, setara dengan 5,5 persen pangsa pasar global.
Samsung dan Apple belum goyah dari puncak penguasa pasar ponsel dunia. Jika ditotal, kedua perusahaan itu sudah menjual 500 juta unit ponsel pada tahun lalu. (Reuters)
Huawei P8, yang menggunakan sistem operasi Android, punya layar berukuran 5,2 inci, sedikit lebih besr ketimbang layar Galaxy S6 dan iPhone 6. Huawei juga memacu mesin P8 dengan prosesor 8 core 64 bit.
Terbuat dari logam, Huawei P8 lebih tipis dari dua saingannya. Ponsel itu hanya setebal 6,4 milimeter. Seperti kedua rivalnya, iPhone dan Samsung Galaxy, Huawei juga didampingi oleh varian yang lebih besar, P8 Max dengan layar berukuran 6,8 inci.
Huawei mengatakan selain desain yang menarik, keunggulan P8 adalah kameranya yang unggul dalam berfoto selfie, bisa secara otomatis memperbaiki warna saat memotret. Teknologi ini, kata Presiden Huawei, Shao Yang, diambil untuk membuat P8 lebih diterima oleh pasar perempuan.
"Di pasar perempuan, Huawei belum berkinerja baik. Ini justru jadi pasar potensial bagi seri P," kata Yang.
Adapun Huawei P8 versi standar akan mulai dijual di 30 negara dengan harga 499 euro atau sekitar Rp6,9 juta per unit.
Huawei dan dua rekannya dari Cina, Lenovo serta Xiaomi, adalah penantang serius dua raksasa ponsel dunia, Samsung dan Apple. Menurut perusahaan riset Gartner, Huawei ada di urutan keempat produsen ponsel terbesar di dunia, setelah berhasil menjual 68 juta unit ponsel pada 2014 lalu, setara dengan 5,5 persen pangsa pasar global.
Samsung dan Apple belum goyah dari puncak penguasa pasar ponsel dunia. Jika ditotal, kedua perusahaan itu sudah menjual 500 juta unit ponsel pada tahun lalu. (Reuters)
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya
-
Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi
-
Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana
-
Kita Cari! Bahar bin Smith Geruduk The Sounds Project Buru Pelaku Hafalan Quran Hadiah Miras
-
Konvoi Usai Menang Futsal Berujung Petaka, 9 Pelajar Diamankan Polisi di Solo
-
Polresta Cirebon Sita 6.964 Butir Obat Keras Ilegal, Tiga Pengedar Ditangkap
-
Kolaborasi Kampus dan Industri Dinilai Penting untuk Bangun Kota Berkelanjutan
-
Mahasiswa Tersangka Tabrak Lari di Bandung Mengemudi dalam Kondisi Mabuk
-
Kasus Hafalan Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Sound Project Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya
-
Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan di Tangerang Beraksi Saat Mabuk, Pintu Rumah Korban Tak Terkunci