Suara.com - Badan Keamanan Nasional Amerika (NSA) mengaku telah memata-matai perusahaan telekomunikasi Cina, Huawei. Dalam laporan yang dibuat pada 2012, NSA menilai Huawei merupakan ancaman terhadap keamanan nasional Amerika. Hal ini yang diduga membuat Huawei keluar dari pasar Amerika.
Harian New York Times menulis, NSA telah membuat “pintu belakang” untuk bisa berhubungan langsung dengan jaringan Huawei guna mengumpulkan informasi terkait perusahaan itu. NSA juiga memonitor percakapan yang dilakukan oleh pejabat tinggi Huawei dan juga mencari hubungan antara Huawei dengan Tentara Pembebasan Rakyat di mana CEO Huawei menjadi anggota.
Berdasarkan dokumen yang diterima The New York Times dari Edward Snowden, NSA juga ingin mempunyai akses ke peralatan jaringan yang dijual Huawei ke negara lain. Langkah ini dilakukan agar NSA juga bisa memonitor dan melacak melalui komputer dan jaringan telepon.
“Target yang kami awasi kebanyakan berkomunikasi dengan menggunakan produk buatan Huawei. Kami ingin memastikan bahwa kami tahu bagaimana mengeksploitasi produk tersebut untuk mendapatkan akses ke jaringan mereka,” sebut dokumen tersebut.
“Ironisnya, yang mereka lakukan kepada kami adalah yang selalu mereka tuduhkan kepada kami,” kata salah satu pejabat senior di Huawei. (The New York Times/Theverge)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
Pilihan
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
-
Massa Bikin Barikade di Jalan Palmerah Utara, Hadapi Polisi yang Tembakkan Gas Air Mata
Terkini
-
Cuma Andalkan Pensiun Rp 900 Ribu, Lansia di Yogyakarta Ini Malah Masuk Desil 10
-
Mengapa Minyak dan Air Tidak Bisa Menyatu secara Alami?
-
Kemarau Panjang Bikin Air Bersih Langka, 640.000 Liter Disalurkan ke 40 Titik
-
Google Ubah Kebijakan Spam SEO untuk Menghindari Denda Antitrust Digital di Eropa
-
5 Moisturizer Gel yang Mudah Meresap, Ringan dan Tidak Lengket di Kulit
-
Perampok Bunuh Sopir Taksi Online di Deli Serdang Ditangkap, Motif Terdesak Beli Sabu
-
Krisis Manufaktur Global Lima Pabrik Volkswagen di Jerman Terancam Berhenti Beroperasi
-
PSSI Beri Lampu Hijau! Persija Resmi Boleh Hadapi Persib di SUGBK 12 September
-
Gubernur Bobby Nasution Siap Jadi Ayah Asuh Guna Percepatan Legalitas Aset Wakaf
-
Brantas Abipraya Dorong Kepemilikan Hunian Lewat Urban Heights dan Program HOPE