Suara.com - Seorang remaja di Austria, pada Selasa (26/5/2015), didakwa dalam kasus terorisme setelah diketahui berencana membuat bom dan bergabung dengan kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah. Rencana bocah 14 tahun itu terungkap setelah polisi memeriksa konsol game PlayStation miliknya.
Bocah yang dikenal dengan nama Mertkan G itu disebut berencana membuat bom dan meledakannya di beberapa tempat umum di Wina, Austria. Ia diketahui berasal dari keluarga Turki yang diberi suaka oleh Austria pada 2007.
Rencana bocah itu terungkap setelah polisi menemukan sejumlah data dalam konsol PlayStation miliknya berisi cara-cara membuat bom yang dia unduh dari internet. Bocah itu juga diketahui berencana pergi ke Suriah untuk bergabung dengan kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah.
Kejaksaan wilayah Polten, Austria juga menemukan beberapa foto dan video propaganda ISIS dalam PlayStation Mertkan, yang berisi aksi pemenggalan, penyiksaan, dan pembunuhan massal di Irak dan Suriah.
Mertkan pertama kali diperiksa polisi pada Oktober 2014, setelah kepala sekolah tempatnya belajar memperingatkan polisi bahwa bocah itu membuat pernyataan terkait ISIS dan mulai menunjukkan perilaku radikal.
Ia kemudian ditahan selama beberapa minggu dan dilepaskan dengan jaminan pada November. Polisi memerintahkannya untuk dirawat psikiater, diizinkan kembali bersekolah, dan pasportnya ditarik.
Pada Januari silam dia kembali ditahan oleh polisi, setelah ibunya melaporkan dirinya hilang dari rumah. Polisi menemukannya di sebuah restoran di Wina. Sejak itu dia ditahan dan mulai disidangkan Mei ini dengan ancaman hukuman penjara lima tahun.
Surat kabar Austria, Kronen Zeitung, sempat melaporkan bahwa bocah itu sudah direkrut oleh ISIS via internet. Ia dijanjikan posisi spesial oleh ISIS dan diberikan uang 25.000 dolar (sekitar Rp330 juta) sebagai imbalan untuk melakukan pemboman.
Pemerintah Austria sendiri mengatakan ada sekitar 170 wargnya yang sudah pergi ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS. (Reuters/Russia Today)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- Cara Membersihkan Bunga Es Tanpa Mematikan Kulkas, Aman dan Mudah Dilakukan
- 4 Tips Merebus Telur agar Mudah Dikupas, Hasil Mulus Sempurna
- 3 HP Infinix Mirip iPhone 17 Pro Max, Tampil Mewah ala Flagship
Pilihan
-
Terbuang dari Klub Orang Indonesia, Emil Audero Selangkah Lagi ke Rayo Vallecano
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
Terkini
-
Setengah Abad Semrawut, 614 Pedagang di Kramat Jati Kini Dapat Lokasi Baru
-
Demo Berujung Bentrok di Simpang Gramedia Jogja, 6 Mahasiswa Dilarikan ke RS Panti Rapih
-
Setelah Paru-Paru Dunia Dikepung Asap, Kapan Hutan Pulih?
-
Mengapa Sambungan Rel Kereta Api Ada Celahnya? Ini Alasannya
-
Warga Dibayar Rp150 Ribu Padamkan Karhutla, Seberapa Efektif Strategi Baru Herman Deru?
-
Petaka di Balik Porsi MBG: 431 Santri Sidoarjo Tumbang, 19 Sekolah Siaga Satu
-
Waskita Karya Digitalisasi Pembayaran Proyek, Jadi Perusahaan Konstruksi Pertama Bersertifikasi SNAP
-
Jelang Tur Konser KATSEYE, Sophia Putuskan Skip Demi Kesehatan Mental
-
Kasus ISPA Meningkat di Seluruh Provinsi Kalimantan akibat Asap Karhutla
-
BEI Targetkan Penghapusan Harga Minimum Rp50 Berlaku Akhir September