Suara.com - Perusahaan teknologi komersial San Disk sudah berhasil menjual sedikitnya dua miliar kartu Micro SD dalam jangka waktu sepuluh tahun. Dua miliar kartu memori tersebut atau 11.103 miliar megabit (MB) setara dengan lebih dari 100MB penyimpanan flash untuk setiap pria, wanita dan anak yang pernah hidup di Bumi.
Tahun 2004 silam, format kartu ini dikenal dengan nama TransFlash. Namun, sejak tahun 2005, San Disk mulai menggunakan format micro SD yakni kartu memori removable.
Kartu microSD – yang mengurangi ukuran kartu memori removable sekitar 75 persen - telah memainkan peran penting dalam berbagai pasar konsumer. Sebagai contoh, sebagian besar “point of view” kamera atau kamera action – segmen dengan pertumbuhan tercepat dalam digital imaging - berbasis format microSD.
Format microSD juga telah membantu mendorong pasar smartphone dengan memberikan baik produsen maupun konsumen fleksibilitas dan kebebasan yang lebih besar.
Menurut data dari Strategy Analytics1, sekitar 75 persen dari model smartphone di pasaran saat ini memiliki slot Micro SD.
Google memasukkan slot microSD di dua segmen produk mobile dengan pertumbuhan tercepat dan terbesar – Android One, dengan sistem operasi mobile untuk ponsel seharga di bawah 200 dolar dan ponsel yang dirancang untuk pasar berkembang.
Android M, sistem operasi mobile Google berikutnya, dan Windows Mobile membolehkan konsumen untuk menjalankan aplikasi secara langsung pada kartu microSD dan atau meningkatkan kapasitas penyimpanan utama dari perangkat mereka.
“Permintaan untuk penyimpanan terus meningkat. Kita akan segera melihat smartphone dengan lensa multiple-aperture, ponsel yang dapat merekam video UltraHD dan aplikasi untuk mengambil dan melihat lingkungan realitas virtual. Kartu memori microSD juga akan berperan penting dalam pertumbuhan Internet of Things dengan mengurangi penghalang pada eksperimen. Dua milyar ini baru awalnya, dan kami berharap untuk memberikan kontribusi pada teknologi masa depan yang dimungkinkan oleh microSD," kata senior vice president, corporate marketing dan general manager ritel SanDisk, Shuki Nir dalam siaran pers.
Berita Terkait
-
Samsung Rilis microSD T7 dan T9, Kecepatan Hingga 200MB/detik, Cocok untuk Gamer dan Kreator
-
5 HP Murah dengan Slot MicroSD hingga 2TB dan Internal 256 GB, Penyimpanan Super Lega
-
5 Rekomendasi Tablet dengan Slot MicroSD, Aman Dipakai Jangka Panjang
-
7 Rekomendasi Memori HP MicroSD Card Terbaik, Kecepatan Baca Super Ngebut Anti Lemot
-
5 Rekomendasi Micro SD Card Murah Berkualitas: Mulai Rp60 Ribuan, Penyimpanan Lega
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Indonesia Berpeluang Garap Pasar Makanan Artisan Global
-
Gus Miftah Tegaskan Istana Tak Intervensi Muktamar NU ke-35
-
Ojol Jadi Pengusaha UMKM dan Bukan Pekerja, Perpres Bakal Atur THR hingga Bonus?
-
Sorotan Pohon Hilang di Gasibu, Dedi Mulyadi: 1 Pohon Ditebang Diganti 50 Asem Jawa
-
Paspampres Kerahkan Senjata Canggih hingga Anti-Drone untuk Amankan HUT ke-81 RI
-
Nasib THR Ojol Usai Jadi UMKM: Bukan Pekerja Formal, Ikut Perjanjian Kemitraan
-
Menembus Jantung Kampung Bojong Neros, Ketika Jalan Sempit Jadi Urat Nadi Kota Bogor
-
Kontradiksi Era Digital: Mau Merdeka Finansial tapi Masih Pakai Paylater
-
Toyota Mulai Data Calon Pemilik Land Cruiser FJ di Indonesia
-
PHK Makin Ganas, 43 Ribu Pekerja Terdampak