Suara.com - Jepang kembali merencanakan proyek ambisius. Kali ini sebuah perusahaan produk minuman ringan asal Jepang akan memasang iklan di bulan. Iklan itu akan dipasang di bulan betulan, satelit bumi.
Minuman ringan itu adalah Pocari Sweat, minuman isotonik Jepang. Jika ini jadi, maka Pocari Sweat akan menjadi produk pertama yang diiklankan di permukaan bulan. Kemungkinan ini akan menjadi tren.
Dalam paruh kedua tahun 2016, sebuah perusahaan Amerika akan mengeksplorasi ruang angkasa bernama Ruang X. Di sana akan didaratkan sebuah kapsul.
Kapsul itu berbentuk kaleng kemasan Pocari Sweat. Kapsul itu akan didataran bulan dekat kawah raksasa bernama burg.
Seperti dilansir Business Insider, perusahaan membayangkan ada astronot yang meminum produknya di bulan. Sebab dalam tangki kaleng itu akan berisi minuman ringan. Namun bukan cair, melainkan berbentuk bubuk.
Kepada Global Post, perusahaan AS yang akan menggarap proyek ini, Astrobotic berharap akan banyak produk yang beriklan ke bulan.
Berapa biaya memasang iklan di bulan? Sayangnya Astrobotic dengan Pocari sepakat untuk tutup mulut. Hanya saja jika ditaksir biaya beriklan di bulan sekitar 1,2 juta dolar AS untuk perkilogram benda yang dikirimkan ke bulan. Namun perusahaan induk Pocari Sweat, Otsuka kemungkinan akan membayar lebih dari itu.
Selain melibatkan AS, Otsuka juga akan menyewa jasa sebuah perusahaan Singapura, Astroscale yang akan merancang desain iklan Pocari untuk ditempatkan di angkasa.
Membeli minuman di bulan
Tidak terbayangkan bagaimana seorang astronot membeli minuman kalengan di bulan? Sampai saat ini desain iklan di bulan itu sudah terpikirkan dalam bentuk konsep. Dalam sebuah drum titanium berisi sebuah bubuk. Nantinya astronot akan meminum isi kaleng itu.
Air yang ada di kaleng adalah hasil ekstrak oksiden dan hidrogen sehingga menjadi cairan. Percobaan ini diharapkan akan dimulai 2018.
Masih dilansir Business Insider, iklan di luar angkasa bukan hal baru. Tahun 1997, sebuah perusahaan susu di Israel mengiklan produknya di luar angkasa. Namun dalam bentuk film. Begitu juga Rusia dan produk Pizza Hut. Namun itu tidak bedanya dengan beriklan di TV.
Sementara Pocari akan benar-benar meletakkan produknya di bulan. Di sana astronot bisa meminum langsung produk tersebut. Proyek ini diklaim siap digarap di 2016. (Business Insider)
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik
-
100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri
-
Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping
-
Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda
-
Tak Berdiri Sendiri, Pengamat Unas Endus Ada Sosok Berpengaruh di Kasus Eks Jampidsus
-
Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?
-
Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026
-
Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement