Suara.com - Salah satu barang yang wajib dibeli masyarakat di Indonesia ketika menyambut Lebaran adalah baju baru. Tetapi tidak semua orang mampu membelinya lantaran tidak memiliki dana yang cukup.
Akhirnya, mereka yang dananya minim, memilih untuk membeli pakaian bekas, seperti yang terjadi di Pasar Senen, Jakarta Pusat, Kamis (16/7/2015).
Pantauan suara.com, puluhan warga berpenghasilan rendah menyerbu para pedagang yang menjajakan pakaian bekas. Meski jenis pakaian ini sudah dinyatakan mengandung ribuan bakteri, warga tetap memilih pakaian import tersebut dengan alasan murah.
Halimah yang berprofesi sebagai buruh cuci terpaksa membeli pakaian bekas lantaran tidak memiliki uang banyak untuk merayakan Lebaran.
“Abisnya di sini murah, masih bagus juga cuma emang agak dekil aja. Kalau beli di toko udah Rp100 ribu itu bajunya doang. Di sini lebih murah soalnya,” kata Halimah saat berbincang dengan suara.com.
Hal senada juga diungkapkan oleh Ruti yang mengaku tidak takut dengan berita yang mengatakan baju bekas mengandung ribuan bakteri yang bisa membahayakan kesehatan kulit dan organ tubuh lainnya.
“Kalau takut nggak juga. Kan abis beli direndem air panas dulu, baru dicuci pakai detergen. Nanti kumannya juga ilang. Abis mau bagaimana lagi, namanya juga butuh mbak soalnya enggak punya baju Lebaran saya,” katanya.
Di Pasar Senen, warga dapat bebas memilih berbagai jenis pakaian, mulai dari jaket kulit, pakaian orang dewasa, kerudung, hingga pakaian anak-anak.
Harga yang ditawarkan juga cukup menggiurkan, mulai dari Rp10 ribu hingga Rp50 ribu per potong. Seperti kemeja flannel dibanderol Rp35 ribu per potong.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Inggris Tak Mampu Tahan Rudal Iran, London Kini Dalam Jangkauan Sejjil
-
Duka di Maybrat: Dua Prajurit TNI AL Gugur Usai Kontak Tembak dengan KKB, Senjata Dirampas
-
Mengenal 2 Konsep Huntap yang Akan Dibangun Satgas PRR untuk Penyintas Bencana Sumatera
-
MAKI Sindir KPK Soal Penahanan Rumah Yaqut Secara Diam-diam: Layak Masuk Rekor MURI
-
Siapa Fuad? Sosok WNA Iran Terduga Pembunuh Cucu Mpok Nori yang Ditangkap di Tol Tangerang-Merak
-
Pelaku Pembunuhan Wanita di Cipayung Tertangkap, Ternyata Mantan Suami Siri Asal Irak
-
Hawaii Diterjang Banjir Terparah Sepanjang 20 Tahun, 5000 Warga Mengungsi
-
Mudik Lebaran Lancar dan Kondusif, Kakorlantas Polri: Terima Kasih untuk Semua Pihak yang Terlibat
-
Gaspol Reformasi Pendidikan, Prabowo Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah
-
Prabowo: Lebih Baik Uang untuk Makan Rakyat daripada Dikorupsi