Suara.com - Raksasa mesin pencarian internet, Google, mengganti logonya mulai hari ini, Rabu (2/9/2015). Menurut beberapa pihak, logo baru mesin pencarian yang dijuluki "Mbah Google" oleh orang Indonesia itu, terlihat lebih simpel dan kekanakan.
Di logo barunya, Google hanya mengubah jenis font alias hurufnya dengan font yang dinamakan Product Sans. Warna merah, biru, kuning, dan hijau yang jadi trade mark Google selama ini masih tetap dipertahankan.
Pengubahan logo tersebut dipresentasikan lewat sebuah doodle atau animasi unik di laman depan google.com. Awalnya, hanya terlihat logo Google yang lama. Kemudian, muncul tangan yang bergerak menghapus logo tersebut.
Setelah itu, muncul logo baru, lengkap dengan huruf "e" di bagian akhir logo yang sengaja dibuat miring, berbeda dengan lima huruf di depannya.
"Dewasa ini, orang-orang menggunakan produk Google dengan platform yang berbeda-beda, aplikasi, dan perangkat, dan terkadang itu dilakukan dalam satu hari saja," kata Google dalam salah satu blog resminya.
"Anda ingin Google membantu Anda kapanpun dan dimanapun Anda membutuhkannya, entah itu di ponsel Anda, TV, jam tangan, dashboard mobil, dan desktop," sambung Google.
"Hari ini, kami memperkenalkan sebuah logo baru dan identitas keluarga yang mencerminkan realistas ini dan menunjukkan kepada Anda bahwa keajaiban Google bermanfaat bagi Anda, bahkan pada layar terkecil sekalipun," tulis Google.
Icon Google pun berubah. Huruf G yang jadi icon disalut dengan empat warna yang berbeda. Menurut si perancang, Ruth Kedar, logo ini terkesan "spontan".
Perubahan ini dilakukan beberapa pekan setelah Google melakukan perubahan besar-besaran di tubuh perusahaan mereka. Google mendirikan Alphabet, yang bertindak sebagai induk dari anak-anak perusahaan bisnis Google. Namun, mesin pencari dan bisnis internet Google tetap memakai nama "Google" dan bernaung di bawah payung Alphabet.
Berita Terkait
-
Tanpa Ribet, Ini Cara Install Aplikasi Google di Tablet Huawei
-
Harga Fitbit Air Gelang Pintar Google, Lengkap dengan Spesifikasi dan Review
-
Jangan Gegabah Memasukkan Jurnalisme ke UU Hak Cipta
-
Xiaomi TV A Pro 32 2026 Rilis: Smart TV QLED Rp2 Jutaan dengan Warna Memukau dan Fitur Lengkap
-
5 Rekomendasi Google TV Murah, Harga Mulai 1 Jutaan Fitur Premium
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- 4 Bohlam Lampu Emergency LED Terbaik Otomatis Nyala saat Mati Listrik, Lebih Aman Tanpa Lilin
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
4 Rekomendasi Powerbank Fast Charging: Tak Khawatir HP Lowbat, Desain Minimalis
-
Gojek Luncurkan Fitur Jalan Jajan di Aplikasi, Permudah Wisata dan Kuliner Saat Libur Sekolah 2026
-
3 HP Oppo Spek Terbaik Paling Laris di Online Store Menurut Review Pembeli
-
Garmin Connect Ungkap Tren Fitness 2026, Lari dan Sepeda Jadi Favorit Orang Indonesia
-
5 Rekomendasi HP RAM 12 GB Termurah di Bawah 6 Juta, Pilihan Terbaik untuk Jangka Panjang
-
7 HP Midrange Snapdragon Terbaik 2026, Performa Kencang untuk Gaming dan Multitasking
-
Bocoran Spesifikasi Redmi Note 17 Series: Siap Meluncur Juli, Bawa Baterai 10.000 mAh
-
4 HP Redmi RAM Besar dan Kamera Terbaik 2026, Mulai Rp1 Jutaan
-
Antusiasme Komunitas OpenClaw dalam Mendorong Adopsi Agentic AI
-
Geothermal Indonesia Makin Canggih, Geo Dipa Energi Adopsi Teknologi Cloud