Suara.com - Raksasa jejaring sosial Facebook memperkenalkan sebuah program yang dinamakan 2G Tuesdays atau Hari Selasa dengan koneksi internet 2G. Artinya, tiap hari Selasa, kantor Facebook hanya akan menyediakan koneksi internet lambat bagi para karyawannya. Tujuannya, agar mereka bisa memahami bagaimana rasanya menggunakan aplikasi Facebook di negara-negara berkembang dengan koneksi internet terbatas.
Belakangan, Facebook memang terus fokus pada pasar teknologi di negara-negara berkembang. Mereka memperkenalkan aplikasi dan fitur baru yang disesuaikan dengan pasar tersebut. Namun, sebagian besar orang yang membuat aplikasi tersebut berada pada negara yang memiliki akses internet jauh lebih cepat dibanding orang-orang di pasar yang menjadi target mereka.
Untuk menjembatani kesenjangan tersebut, Facebook, sebagaimana dilansir oleh Bussines Insider, meluncurkan 2G Tuesdays. Tiap hari selasa, alih-alih menggunakan koneksi 3G atau 4G yang amat cepat, para karyawan Facebook hanya akan mendapat koneksi 2G yang jauh lebih lambat.
Saat mengakses aplikasi Facebook mereka, para karyawan akan mendapat dua pilihan, akan ikut ambil bagian dalam program tersebut atau tidak.
"Pada jam berikutnya, pengalaman mereka di Facebook akan sama seperti pengalaman jutaan orang di seluruh dunia yang menggunakan Facebook dengan koneksi 2G," kata direktur rekayasa Facebook Tom Alison.
"Mereka akan melihat tempat-tempat di mana mereka masih harus mengembangkan aplikasi mereka, namun mereka juga akan melihat di mana saja kita sudah membuat kemajuan pesat," sambungnya.
Facebook berharap, pengalaman itu akan membantu para pengembang untuk menciptakan teknologi baru guna mempercepat pengalaman pengguna pada koneksi lambat. Beberapa teknologi yang berhasil dikembangkan antara lain mencegah video muncul dalam koneksi lambat, serta mendeteksi seberapa cepat koneksi internet yang dimiliki pengguna.
Berita Terkait
-
India Tuntut Mark Zuckerberg Minta Maaf Setelah Video Perdana Menterinya Dibatasi di Facebook
-
Cuma Modal Video Selfie, Begini Cara Dapat Centang Biru Gratis di Facebook
-
Peluang Kreator Lokal Tembus Pasar Global, Meta Perluas Terjemahan AI ke Bahasa Indonesia
-
Meta Resmi Luncurkan Langganan Instagram, Facebook, dan WhatsApp Plus, Ada Paket AI Baru
-
Membongkar Modus Predator Pengelana Feri: Mengapa Janji Loker di Medsos Masih Ampuh Jerat Mahasiswi?
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
- 5 Pilihan Rice Cooker Panci Keramik yang Awet, Tahan Gores, dan Mudah Dibersihkan
Pilihan
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
Terkini
-
Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC
-
Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI
-
Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK
-
Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir
-
Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat
-
Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!
-
Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass
-
Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!
-
Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah
-
Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar