Suara.com - Badan Antariksa Nasional Amerika Serikat (NASA) akhirnya mengungkap fakta baru soal Planet Mars. Menurut NASA, di masa lalu, Mars merupakan planet yang mampu menyokong kehidupan. Namun kini, Planet Merah jadi tempat yang dingin dan kering karena kikisan angin matahari pada atmosfernya.
Baca juga: NASA Akan Ungkap Temuan Penting Soal Planet Mars
Para ilmuwan meyakini, atmosfer Mars yang semula tebal dan memungkinkan kondisi di atas planet tentap hangat dan basah miliaran tahun silam, hilang jauh lebih awal dibanding seperti yang diperkirakan sebelumnya.
Fakta tersebut diungkap berdasarkan data dari MAVEN (Mars Atmosphere and Volatile Evolution), wahana NASA yang mengorbit di Planet Mars sejak tahun 2014 lalu. Studi sains tentang MAVEN diterbitkan dalam jurnal Science dan Geophysical Research Letters.
Instrumen di dalam MAVEN mengukur ion di bagian atas atmosfer Mars dan melacak angin matahari guna mengetahui apa yang menyebabkan pelepasan gas (dalam atmosfer) ke luar angkasa.
"Temuan penting yang kami publikasikan pekan ini berkaitan dengan bagaimana pelepasan gas terjadi dan seberapa besar pelepasan gas itu terjadi saat ini," kata peneliti NASA Bruce Jakosky, seperti dikutip News.com.au.
"Apa yang kami temukan adalah bahwa tingkat pelepasan gas di atmosfer (Mars) relatif lambat saat ini, mungkin hanya sekitar 100 gram per detik secara global (di seluruh atmosfer Mars), namun jika itu terjadi sepanjang waktu, tentu jumlah yang hilang akan signifikan," sambungnya.
"Dan kami pikir adalah ini adalah ujung dari gunung es saja, sedangkan pada awalnya, tingkat pelepasan gas lebih besar dan mekanisme ini menyebabkan hilangnya atmosfer yang sangat tebal," kata Bruce.
"Kami berpikir Mars memiliki atmosfer CO2 yang amat tebal dan kami mencoba memahami ke mana atmosfer itu hilang," kata Bruce.
Para peneliti meyakini bahwa pelepasan ion ke luar angkasa merupakan penyebab utama perubahan iklim di Mars. Data dari MAVEN memperlihatkan adanya badai matahari besar pada bulan Maret. Hal ini mengindikasikan, pelepasan ion meningkat dramatis pada saat badai Matahari. Di masa lalu, ketika Matahari lebih aktif, pelepasan itu terjadi lebih intens.
Secara umum, Bumi terlindung dari angin matahari karena memiliki medan magnet. Mars kemungkinan memiliki medan magnet yang serupa, namun kekuatannya berkurang ketika inti planet membeku.
Sebelumnya, NASA mengungkap suatu temuan yang membuat penggemar dunia luar angkasa bersorak. NASA mengaku menemukan jejak air yang mengalir di atas Mars. Hal ini memicu meningkatnya harapan akan kemungkinan ditemukannya kehidupan di Planet Merah.
Tag
Berita Terkait
-
Subsidi LPG 3 Kg Makin Diperketat, Beli Gas Melon Bakal Pakai NIK
-
Ulasan Men Are from Mars, Women Are from Venus: Memahami Perbedaan Cara Pria dan Wanita Mencintai
-
Belajar Saling Memahami dari Buku Men Are from Mars, Women Are from Venus
-
Geger Jejak Misterius di Mars, NASA Temukan Struktur Aneh seperti Sisik Hewan
-
Dukungan Pemerintah untuk Ekosistem Film Sci-Fi: Menekraf Apresiasi Pelangi di Mars
Terpopuler
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
- Setelah Pelatih Giliran Suporter FC Twente Usir Mees Hilgers: Pemain Malas
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Di Bursa Capres 2029: Elektabilitas Dedi Mulyadi Tembus 42 Persen, Ungguli Prabowo
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Duka di Cikarang Utara: Ayah dan Anak Tewas Usai Ledakan Tabung Gas Hanguskan Rumah
-
Sapu Bersih 40 Suara! Emil Dardak Kembali Pimpin Demokrat Jatim Secara Aklamasi
-
Tembus Rp189 Miliar! Data PPATK Bongkar Transaksi Judi Daring Warga dan ASN di Lebak
-
Maba UII Langsung Juara Campus League, Alfira Deanika Tundukkan Unggulan UNESA
-
Menyambangi Tebuireng, Tradisi Ziarah dan Suka Cita Warga NU Jelang Muktamar Ke-35
-
Momentum HAPERNAS 2026, Perumnas Serahterimakan Hunian kepada Lebih dari 530 Konsumen
-
Bila Mufakat Buntu, Sidang Pleno III Muktamar Ke-35 NU Sepakati Opsi Voting
-
Bahtsul Masail di Muktamar NU Sepakat Kripto Boleh Ditransaksikan
-
Batas Aman BPA Diperketat! BPOM Resmikan Aturan Baru Kemasan Galon Guna Ulang
-
Pabrik Styrofoam di Cileungsi Ludes Terbakar, Percikan Las Hanguskan Bangunan Hingga 7 Mobil