- Dokumen Epstein Files mengungkap keterlibatan mantan petinggi GTA dan Call of Duty.
- Leslie Benzies dituduh melakukan pelecehan, namun ia membantah keras klaim tersebut.
- Bobby Kotick terlibat diskusi kontroversial mengenai monetisasi game dan konten eksploitatif.
Suara.com - Dunia game dikejutkan dengan rilisnya 'Epstein Files' yang mengungkap jaringan kelam Jeffrey Epstein.
Dokumen ini tidak hanya menyeret nama-nama besar di dunia politik dan bisnis, tetapi juga mengguncang fondasi industri game dengan menyebut mantan petinggi dari waralaba ikonik seperti Grand Theft Auto dan Call of Duty.
Terungkapnya nama-nama tersebut membuka tabir tentang bagaimana kekuasaan, keuntungan, dan kontrol berpotongan di balik layar game yang kita mainkan setiap hari.
Fokus utama tertuju pada Leslie Benzies, mantan presiden Rockstar North dan produser veteran di balik kesuksesan seri GTA.
Dalam dokumen tersebut, salah satu korban Epstein menuduh Benzies melakukan pelecehan seksual.
Tuduhan juga menyeret nama Presiden Rockstar, Sam Houser, yang diduga mengetahui perlakuan Benzies.
"Tuduhan-tuduhan ini tidak benar, saya memiliki hubungan suka sama suka selama 3 bulan dengan orang ini, dan saya belum pernah bertemu Jeffrey Epstein," sangkal Benzies.
Meski disangkal, bayang-bayang skandal muncul tepat saat antusiasme terhadap GTA VI mencapai puncaknya.
Di sisi lain, mantan CEO Activision, Bobby Kotick, juga muncul dalam korespondensi email dengan Epstein.
Baca Juga: 7 Sumber Kekayaan Jeffrey Epstein yang Picu Skandal Epstein Files
Mengutip Kotaku dan Notebookcheck, percakapan mereka melukiskan gambaran yang aneh, membahas konsep edutainment (pendidikan melalui game) dengan cara eksploitatif.
Salah satu ide yang dibahas adalah memberi imbalan kepada anak-anak yang belajar bahasa Jepang dengan karakter "seorang putri cantik dengan payudara besar dan celana dalam thong."
Kotick menimpali dengan fokus pada monetisasi, "kuncinya adalah imbalan di dunia nyata. Belajarlah membaca: dapatkan pulsa telepon seluler, kredit iPhone, item virtual dalam permainan."
Diskusi ini menunjukkan mentalitas yang melihat pemain, bahkan anak-anak, sebagai target untuk dimonetisasi, sebuah filosofi yang selaras dengan maraknya microtransaction dalam game modern.
Terungkapnya file tersebut bukan sekadar gosip, melainkan pengingat keras bahwa industri yang kita cintai tidak kebal dari koneksi gelap dan individu bermasalah.
Itu adalah momen refleksi bagi para gamer tentang siapa yang berada di balik pembuatan game favorit mereka dan nilai-nilai apa yang sebenarnya mereka wakili.
Berita Terkait
-
7 Fakta Little St. James, Pulau Pedofil Milik Jeffrey Epstein
-
Kenapa Jeffrey Epstein Disebut Mata-Mata Israel? Diduga Punya Koneksi dengan Sosok Ini
-
6 Nama Presiden Indonesia Ada di Epstein Files: Ada yang Dicibir, Begini Konteksnya
-
5 Tokoh Teknologi Muncul di Epstein Files: Ada Orang Terkaya hingga Ilmuwan
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
-
Prabowo Tunjuk Juda Agung jadi Wamenkeu, Adies Kadir Resmi Jabat Hakim MK
-
Lakukan Operasi Senyap di Bea Cukai, KPK Amankan 17 Orang
-
Juda Agung Tiba di Istana Kepresidenan, Mau Dilantik Jadi Wamenkeu?
-
Viral Dugaan Penganiayaan Mahasiswa, UNISA Tegaskan Sanksi Tanpa Toleransi
Terkini
-
52 Kode Redeem FF 5 Februari 2026: Cek Bocoran Bundle Valentine dan Evo Gun Scorpio
-
19 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 5 Februari 2026: Rebutan Dembele UTOTY yang OP Banget
-
Vivo X300 Ultra Bakal Bawa Sensor Sony LYT901 dan Baterai 7.000 mAh
-
5 HP Murah Tanpa Iklan 'Pop-Up', Pemakaian Harian Tenang tanpa Gangguan
-
Teknologi Sinematik Membawa Pengalaman Walk-Through Virtual Pertama ke Indonesia
-
Keamanan Siber Indonesia Masuki Babak Baru, Konvergensi IT dan OT Jadi Sorotan
-
Terungkap! Alasan Poco F8 Basic Tak Masuk Indonesia
-
5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
-
Daftar Harga HP Infinix Februari 2026 Terbaru Mulai Rp1 Jutaan Saja
-
5 Tokoh Teknologi Muncul di Epstein Files: Ada Orang Terkaya hingga Ilmuwan