Suara.com - Selama ini, manusia mencari alien di tempat yang salah, demikian klaim beberapa ilmuwan baru-baru ini. Para ilmuwan tersebut mengatakan, tidak menutup kemungkinan, alien berada di sudut luar angkasa lain yang selama ini tak pernah diteliti manusia.
Sebuah studi baru menyebutkan, di luar angkasa, ada sekumpulan bintang yang diduga menyembunyikan planet-planet yang bisa menyokong kehidupan alien.
Para ilmuwan telah lama menduga bahwa wilayah tersebut merupakan wilayah yang amat padat dengan bintang sehingga bisa melontarkan planet apapun ke luar angkasa. Namun, faktanya, banyaknya bintang justru bisa menyokong munculnya kehidupan, demikian diungkap sebuah studi baru yang dimuat dalam Nature.
BACA JUGA:
Militan ISIS Eksekusi Mati Ibunya yang Dituduh Murtad
Pasalnya, menurut studi itu, ada banyak sistem planet yang berdekatan satu sama lain, sehingga peradaban bisa saja menyebar dengan mudah. Bahkan, mungkin saja peradaban tersebut sudah hidup selama miliaran tahun. Dengan asumsi seperti itu, mereka diperkirakan telah mencapai tingkat kompleksitas yang cukup untuk berkomunikasi dengan manusia di Bumi.
"Jika ada masyarakat maju di lingkungan seperti itu, mereka bisa saja membuat pos dengan mudah, karena jarak antarsistem planet yang lebih dekat," kata astrofisikawan teoritis Rosanne Di Stefano kepada Nature News.
Galaksi Bima Sakti memiliki sekitar 150 kluster bintang, yang terdiri atas beberapa bintang tua. Namun, selama ini mereka diabaikan. Pada ilmuwan pun baru bisa menemukan satu planet di tempat tersebut dan diyakini tak bisa menyokong kehidupan. Upaya untuk menemukan planet lain di tempat tersebut belum membuahkan hasil.
Namun, kata Di Stefano, para ilmuwan harus tetap mencari. Para astronom bisa saja menemukan sesuatu yang menarik jika mereka terus mencari.
Peradaban apapun yang ditemukan di tempat tersebut mungkin sudah hidup lebih lama daripada peradaban manusia di Bumi. Namun, andaikata peradaban tersebut sudah punah pun, pasti informasinya akan disampaikan kepada mahluk di planet lain. (Independent)
BERITA MENARIK LAINNYA:
Haruskah Saya Mencabut Baterai dari Laptop Agar Lebih Awet?
Kronologis Kematian Allya Siska Usai Terapi Chiropractic
Berita Terkait
-
Bima Sakti: Saya Tidak Pikir Panjang Terima Ini
-
Kembali Melatih, Bima Sakti Resmi Jadi Nakhoda Baru Persela Lamongan
-
Piala Dunia U-17 dan 2 Poin Mati yang Jadi Indikator Kesuksesan Nova Arianto Bersama Garuda Muda
-
Siapakah Aku? Ibuku Orang Yogya, Ayahku Belanda, Aku Hampir Bela Timnas Indonesia
-
Teleskop James Webb Temukan Suar Misterius di Dekat Lubang Hitam Raksasa Bima Sakti
Terpopuler
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
- Setelah Pelatih Giliran Suporter FC Twente Usir Mees Hilgers: Pemain Malas
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Di Bursa Capres 2029: Elektabilitas Dedi Mulyadi Tembus 42 Persen, Ungguli Prabowo
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Cara Mengubah Pecahan ke Persen dengan Mudah: Begini Rumus dan Langkah-langkahnya
-
Review Deadpool & Wolverine: Kekacauan Multiverse yang Penuh Aksi dan Humor
-
Akhir Pekan Makin Hemat! Diskon Grab hingga Rp50.000 Khusus Pengguna Kartu BRI
-
Wisata di Flores Mulai Pulih, BPOLBF Ingatkan Wisatawan Utamakan Keselamatan
-
Pemerasan Modus Kencan via MiChat, 5 Orang Dibekuk Polisi Pekanbaru
-
Perbandingan Cushion Hanasui vs Glad2Glow Warna Pink, Lengkap dengan Review Pembeli
-
Sejoli Kompak Gasak Motor di Kos Cipayung, Sempat Terekam CCTV
-
Cemara: Hamsad Rangkuti dan Seni Menemukan Makna dari Hal-Hal Sepele
-
Alasan Merek Thailand Makin Menarik bagi Konsumen Indonesia
-
Sengketa Aset Sekolah di Pamulang, Menteri PPPA Soroti Dampaknya terhadap Psikologis Anak