Suara.com - Sebuah perusahaan lokal India, pada Rabu (17/2/2016), meluncurkan sebuah telepon seluler pintar yang disebut-sebut sebagai smartphone paling murah di dunia.
Ringing Bells, nama perusahaan itu, meluncurkan Freedom 251, ponsel pintar bersistem Android yang dijual dengan harga kurang dari 500 rupee atau di bawah Rp98.000 per unitnya. Uniknya, meski sangat murah, Ringing Bells mengatakan bahwa itu adalah model "flagship".
Perusahaan itu sendiri baru didirikan pada September 2015 lalu dan mulai menjual ponsel pintar lewat jalur online beberapa pekan lalu, menggunakan merek Bell.
"Ini adalah model flagship dan kami yakin akan merevolusi industri," kata juru bicara Ringing Bells, seperti dikutip The Guardian, Rabu (17/2/2016).
Sejauh ini, Ringing Bells mengimpor semua komponen ponsel itu dan merakitnya di India. Tetapi dalam waktu setahun, perusahaan itu berencana untuk memasok semua komponen produknya dari dalam negeri, sehingga masih ada ruang untuk menurunkan harga.
Bell di India akan bersaing ketat dengan ponsel-ponsel pintar berharga murah bikinan Cina. Di pasar lokal, merek ponsel paling murah sejauh ini dijual dengan harga di bawah 1.400 rupee atau sekitar Rp2,6 juta.
India sendiri adalah pasar ponsel terbesar kedua di dunia. Pada Oktober tahun lalu, negara itu mencatat penjualan ponsel ke satu miliar untuk pertama kalinya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
AI hingga Microchip, RI-China Buka Jalan Baru Kerja Sama Teknologi
-
Kalimantan Belum Selesai, Karhutla Kini Kepung Papua Tengah: Api Makin Meluas
-
Tampang Maulana Paputungan Ayah Keji Pembunuh Disertai Mutilasi Anak Kandung di Merauke
-
Beli Voucher Game di BRImo Dapat Cashback Saldo 50 Persen
-
Investasi RI Tembus Rp1.010 Triliun, HIPMI Dorong Pengusaha Lokal Ikut Menikmati Dampaknya
-
Karhutla Kalimantan Mengganas, Presiden Prabowo Optimistis Bisa Segera Dijinakkan
-
22,69 Juta Pengguna Kripto RI, Tantangan Berikutnya Bikin Mereka Tak Lari ke Platform Asing
-
Bukan Sekadar Hitung Langkah, Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Atur Beban Latihan
-
Korban FOMO Merapat! Eksotisnya Wajah Sungai Bogowonto Purworejo Saat Surut
-
Prabowo Tak Main-Main! Bidik 4 Korporasi di Balik Karhutla Kalimantan, Izin Bakal Dicabut