Suara.com - Teknologi kamera realitas virtual (virtual reality/VR), selain merambah dunia produksi game, kini mulai pula dipakai di industri film porno. Ternyata, penggunaan kamera canggih tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pemeran film biru, khususnya para aktor.
Hal itu terungkap dalam acara tanya jawab para karyawan situs dewasa Pornhub dengan netizen dalam forum Reddit AMA, Senin awal pekan ini. Para karyawan ditanyai apakah para aktor film biru harus mengenakan perangkat kamera realitas virtual yang merepotkan dan membatasi ruang gerak.
"Betul," jawab seorang karyawan bernama Corey.
"Saya dengar para aktor mendapat banyak masalah ketika harus mengenakan perangkat berat tersebut di dada mereka. Kerap kali, mereka harus mengulang adegan hingga beberapa kali," lanjut Corey.
Kecenderungan manusia yang ingin mencoba dan menikmati teknologi baru menjadikan pornografi sebagai salah satu industri pertama yang jadi ladang uang bagi para produsen teknologi realitas virtual. Pasalnya, teknologi ini menawarkan sudut pandang menarik, di mana si pengguna dapat merasa seolah-olah berada dalam film dan ikut terlibat dalam peristiwa-peristiwa yang terjadi.
"Ini (teknologi realitas virtual) akan memainkan peran penting dalam masa depan industri dewasa, game, hiburan, dan lain-lain," kata karyawan lain bernama Brett.
Independent melansir, para produsen perangkat realitas virtual seperti Oculus Rift, HTC Vive, dan Sony Playstation VR akan meraup pendapatan hingga 895 juta Dolar Amerika Serikat tahun ini.
Dalam industri perfilman, sejauh ini, teknologi ini baru digunakan untuk tujuan promosi. Sebagai contoh adalah video pendek realitas virtual yang dibuat untuk promosi film fiksi ilmiah yang dirilis beberapa waktu yang lalu, Interstellar. Namun, karya-karya lain diprediksi akan muncul karena para pembuat film mulai membiasakan diri dengan perangkat tersebut. (Independent)
Berita Terkait
-
Gaya Hidup Modern: Saat VR Jadi Bagian dari Cara Kita Menikmati Aktivitas Sehari-hari
-
Game Ninja Turtles Empire City Segera Debut, Padukan Fitur Canggih di Platform VR
-
Headset VR Rp60 Jutaan dari Apple, Apa yang Bikin Vision Pro M5 Spesial?
-
Meta Geser Fokus ke Mobile: Horizon Worlds Tinggalkan VR, Siap Tantang Roblox dan Fortnite?
-
Teknologi Sinematik Membawa Pengalaman Walk-Through Virtual Pertama ke Indonesia
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Bagaimana Cara Menonton Film Pesta Babi? Ini Syarat dan Prosedurnya
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
HP Midrange Honor Bawa Baterai 12.000 mAh dan Chip Anyar Dimensity, Performa Kencang
-
Vivo Y500 Lolos Sertifikasi di Indonesia, HP Midrange Anyar dengan Baterai Jumbo
-
GoRide Hemat Siap Dihapus Gojek, Ini Alasan GoTo Hentikan Skema Langganan Driver
-
Nintendo Segera Rilis Pictonico, Game Mobile 'Absurd' yang Butuh Foto Selfie
-
Bocoran Harga Realme 16T Beredar: Siap ke Indonesia, Baterai 8.000 mAh Tahan 3 Hari
-
Samsung Galaxy A27 dan Galaxy M47 Kompak Pakai Snapdragon, Tradisi Exynos Hilang?
-
Virtuos Tertarik Hadirkan Port GTA 5 dan Red Dead Redemption 2 di Nintendo Switch
-
Asus Rilis Pesaing MacBook Neo dan Lini Laptop Gaming, Tawarkan Layar Lebih Baik
-
5 HP Android dengan Fitur Video Sinematik Alternatif iPhone: Resolusi Tinggi, Bokeh Rapi
-
4 Risiko Beli iPhone Inter yang Harga Miring tapi Rawan Blokir, Pikir Dulu sebelum Tergiur