Suara.com - Sebelum Steve Jobs bergabung kembali ke Apple di tahun 1990-an, salah satu proyek unggulan di perusahaannya adalah WebObjects, satu set alat untuk membuat apa yang disebut "aplikasi internet" atau sekarang disebut website.
Pengembang Java Hugi Thordarson melalui email mengatakan, Apple telah mengonfirmasi kepadanya bahwa WebObjects secara resmi dinyatakan ditutup.
"Pada tahun-tahun terakhir ini aku rutin mengirimkan surat kepada [CEO Apple] Tim Cook, bertanya tentang keadaan WO dan baru-baru ini, saya dihubungi oleh hubungan eksekutif Apple menyangkut pertanyaan saya. Setelah beberapa kali dihubungi akhirna mereka menjawab, WebObjects adalah produk dihentikan dan tidak akan pernah ditingkatkan," tulisnya dalam email seperti dilansir dari Business Insider, Rabu (4/5/21016).
Ketika Apple membeli NeXT, perusahaan menggunakan WebObject untuk menjalankan Apple Store online, sampai hari ini. Tapi WebObjects belum diperbarui untuk pengembang eksternal sejak tahun 2008, meskipun ada komunitas yang aktif menjaga alat-alat.
"Server web sederhana ini akan membantu orang lain membangun aplikasi Web, yang mana bottleneck adalah sekarang. Itulah yang WebObjects," kata Jobs pada tahun 1996.
Hari ini, ada berbagai cara untuk melakukan hal yang sama. Jadi kebanyakan pengembang warisan terus menggunakan WebObjects.
Apple tidak memanfaatkan WebObjects selama bertahun-tahun sehingga muncul berbagai pertanyaan apakah teknologi telah dihentikan pada 2008. Pasalnya, pada tahun 2009 Apple ternyata telah menghentikan WebObjects yang ada di Mac OS X Server.
Untuk Thorensen dan pengembang WebObjects lainnya, dia mengatakan, akan terus menjalankan Wonder, sebuah proyek open-source berdasarkan WebObjects.
"Adapun ini menjadi akhir dari sebuah era. Era itu berakhir sejak lama," kata Thordarson kepada Business Insider.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
- 5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Snapdragon C Resmi Diumumkan, Prosesor Baru Qualcomm untuk Laptop Murah, Baterai Tahan Seharian
-
Viral Game Simulasi Kereta Buatan Indonesia Banjir Pujian di Jepang, Grafis Menawan!
-
Deretan Fitur Ugreen EchoBuds Magic, Lengkap dengan Kelebihan dan Kekurangannya
-
Asus TUF Gaming F16 dan A16 Resmi Pakai RTX 50-Series, Tangguh Berstandar Militer
-
Tablet Apa yang Cocok untuk Pelajar? 5 Pilihan Tab Rp1 Jutaan dengan Spek Dewa dan Baterai Badak
-
India 'Buang Muka' dari Sawit Indonesia, Harga Referensi CPO Juni 2026 Terkoreksi 1,91 Persen
-
Redmi Headphones Neo Lolos Sertifikasi Komdigi, Usung Hi-Res dan Baterai Tahan Lama
-
Hacker Gunakan Kode QR Teks untuk Kelabuhi Email Security, Ini Cara Kerjanya
-
Gunakan Snapdragon X2, Baterai Acer Swift Spin 14 AI Diklaim Tahan Seharian
-
Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED