Suara.com - Tas atau koper adalah benda yang hampir selalu dibawa saat mudik atau bepergian. Sering kali koper justru menghambat terutama saat berdesak-desakkan di bandara. Tetapi masalah ini akan berkurang jika para pemudik menggunakan troli ajaib bernama "Koplo" bikinan mahasiswa Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.
Koplo, singkatan dari Koper Follower, merupakan teknologi yang memungkinkan koper atau barang bawaan secara otomatis bergerak mengikuti pergerakan pemiliknya. Teknologi yang kini masih dalam tahap purwarupa itu diharapkan bisa digunakan secara massal di bandara.
Koplo sendiri diciptakan oleh lima mahasiswa Teknik Elektro Sekolah Vokasi UGM, yaitu Adfiana Pramudaswari, Addy Rahmad Nurcahyo, Setio Imanulloh, Luhur Wasisa Adi ,Nugroho dan Rahmad Kurniawan. Mereka berinovasi menciptakan sebuah troli cerdas yang bisa mengikuti pemilik secara otomatis.
Saat ini koplo sendiri masih berupa sebuah kotak dengan tinggi di bawah lutut orang dewasa. Kotak itu memiliki empat roda dan dipacu oleh motor yang diambil dari komponen power window mobil, dan sensor kamera untuk menginderai pemiliknya.
Kamera menjadi komponen kunci dalam teknologi ini, karena bertugas untuk mengenali pemilik melalui sebuah gelang khusus yang dikenakan di kaki.
"Pemilik koper telah menggunakan gelang kaki dan warna gelang digunakan sebagai acuan kamera agar alat ini dapat berjalan mengikuti pengguna," jelas Addy.
Selain dapat mengikuti pemiliknya secara otomatis (auto-follow), alat tersebut dapat pula dioperasikan menggunakan remote control. Untuk mengatur penggunaan, apakah akan menggunakan mode remote control atau auto-follow, digunakan aplikasi smartphone sebagai pengendalinya.
"Secara garis besar alat ini tersusun atas sistem mikrokontroler (Arduino Mega, Kamera Pixy, Motor DC). Alat ini dapat terus disempurnakan dengan tujuan kemanfaatan bagi masyarakat dapat terpenuhi,” kata Muhammad Arrofiq selaku dosen yang membimbing pembuatan teknologi tersebut.
Untuk saat ini, Koplo masih dikembangkan dalam bentuk prototype. Namun untuk waktu mendatang, alat ini akan terus disempurnakan agar dapat digunakan secara massal dan menjadi bagian dari fasilitas bandara.
Berita Terkait
-
Terancam Sanksi! FK UGM Investigasi dr. Elda Putri Soal Komentar Rendahkan Pasien BPJS
-
Kasus Yurizal, Pakar UGM Dorong Audit Rumah Sakit: Jangan Berhenti di Permintaan Maaf
-
Nakes Viral Komentar Nir-empati ke Pasien BPJS, Pakar UGM Ingatkan Sanksi Etik Menanti
-
Guru Besar UGM Semprot Kenaikan Tukin TNI-Kemenhan: Pemerintah Pesta, Rakyat Cuci Piring
-
Mahasiswa UGM Terangi Jalan Gelap Banyuwangi, Hadirkan Energi Bersih dan Ekonomi Sirkular
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan