Suara.com - Gerai-gerai operator seluler Reliance Jio di Mumbai, India selama sepekan terakhir ini disesaki para calon pelanggan. Mereka rela antre berjam-jam demi memiliki kartu seluler anyar itu karena dijanjikan bisa menikmati internet 4G secara gratis.
Mukesh Ambani, manusia paling kaya se-India, baru-baru ini memang telah meluncurkan layanan seluler anyar Reliance Jio 4G di negerinya. Baru meluncur, Ambani langsung menawari para penggunanya akses internet 4G gratis bagi para penggunanya di empat bulan terakhir 2016.
Ambani juga berjanji menggratiskan panggilan telepon seumur hidup, meski mulai tahun depan paket data internet dikenakan biaya, tetapi dengan harga yang lebih murah, sekitar 149 rupee per bulan (sekitar Rp30.000).
"Apapun yang bisa masuk ke dunia digital akan masuk dunia digital dalam kecepatan yang meningkat berkali-kali lipat," kata Ambani dalam pertemuan dengan para investor pekan lalu, "Hidup juga akan menjadi digital."
Jio sendiri dibangun Ambani dengan investasi sebesar 20 miliar dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp260,8 triliun. Ia membangun nyaris 100.000 menara telekomunikasi di seluruh India dan menargetkan jaringan Jio bisa melayani 18.000 kota dan 200.000 desa di negeri itu.
Targetnya pada 2017 Jio sudah bisa melayani 90 persen dari total 1,3 miliar populasi India.
Saat ini hanya seperlima orang dewasa India yang punya akses internet. Layanan internet di India biasa ditemukan di kota-kota besar dan belum menjangkau kawasan-kawasan pedesaan atau pemukiman komunitas miskin.
Penawaran Jio ini langsung membuat para pesaing yang sudah lebih dulu mapan di pasar seluler India gelagapan. Aksi Ambani memicu perang harga di pasaran. Airtel, misalnya, langsung memangkas harga jaringan internet 3G dan 4G sebesar 80 persen. Vodavone di sisi lain menambah kuota internet dalam paket-paketnya hingga nyaris 70 persen.
Tetapi Jio tampaknya bakal melaju mulus di India, meski para pesaingnya mulai bergerak. Dalam sebuah uji coba di ibu kota New Delhi pada Selasa kemarin (6/9/2016), jaringan Jio menunjukkan kecepatan unduh 21 megabits per detik (Mbps)- bandingkan dengan kecepatan unduh internet di Jakarta yang hanya sekitar 7 Mbps. (CNNMoney/AFP)
Berita Terkait
-
Aktivis Pro Partai Rakyat Kecoa Mogok Makan Hampir Sebulan, BB Turun 11 Kg: Saya Masih Hidup
-
Negara Ini Darurat Pemerkosaan, Rakyat Main Hakim Sendiri Gebuki Diduga Pelaku Sampai Tewas di Jalan
-
Detik-detik Ledakan Gas Metana Terowongan Sikkim India, 12 Pekerja Proyek PLTA Tewas
-
Kapten Kriket India: Warisan Lionel Messi Tak Bisa Dinilai dari Satu Laga Final
-
Terowongan PLTA Meledak, 9 orang Tewas dan 27 Lainnya Terjebak di Pegunungan Himalaya
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Sebelum Jadi Deputi BGN, Ini Warisan Penanganan Kasus Ketut Sumedana di Kejati Sumsel
-
Kawal Kuota Tak Hangus, DPR Wanti-wanti Operator: Jangan Siasati dengan Naikkan Tarif!
-
Dilema Jobseeker: Dituntut Berpengalaman, tetapi Tak Diberi Kesempatan
-
7 Zodiak dengan Pemikiran Dewasa dan Bijaksana Melebihi Umurnya
-
Pemerintah Siapkan SRUK Jadi Infrastruktur Perdagangan Karbon, Pendanaan Lingkungan Diperluas
-
Bro Ron Skakmat Pramono: Daripada Urus Orang Pindah Partai, Mending Beresin Bau Sampah Rorotan!
-
Tarif Lepas WNI Naik, Legislator Dorong Pemerintah Benahi Faktor Pemicu Warga Lepas Status WNI
-
Menu Digital di Restoran: Efisiensi yang Menggeser Kenyamanan Pelanggan
-
Margin Keuntungan Anjlok Parah Porsche Siapkan Gelombang PHK Massal Ribuan Pekerja
-
3 Tempat Makan di Surabaya yang Bikin Anak Kos Bisa Bertahan Akhir Bulan