Lifestyle / Female
Rabu, 09 September 2026 | 18:22 WIB
Cara Tepat Eksfoliasi, Agar Miliki Kulit yang Glowing! (shuttertsock)
Baca 10 detik
  • Eksfoliasi kulit berguna membersihkan pori dan meratakan warna wajah.
  • Pastikan kondisi skin barrier sehat sebelum mencoba eksfoliasi kulit.
  • Lakukan eksfoliasi kulit pada malam hari secara bertahap.

Suara.com - Eksfoliasi merupakan proses mengikis sel kulit mati yang sudah tidak “berguna” menggunakan bahan kimia, scrub, dan alat-alat yang mendukung proses ini.

Kulit setiap harinya menghasilkan sel kulit baru di bawah sel kulit yang lama, sehingga sel kulit lama yang berada di atasnya apabila tidak dikikis maka akan menumpuk dan dapat menyebabkan masalah kulit seperti kulit kering, bersisik, dan pori-pori tersumbat.

Eksfoliasi dapat mencegah masalah kulit ini. 

Apakah Eksfoliasi Wajib dan Kapan Kita Perlu Melakukannya?

Eksfoliasi tidak bisa dilakukan sembarangan. Menurut dr. Kamilah Jaidi, MARS, Dipl. AAAM kondisi skin barrier menjadi penentu utama apakah seseorang perlu dan boleh melakukan eksfoliasi.

Kesalahan paling umum yang sering dilakukan adalah memaksakan eksfoliasi saat kulit sedang “rewel”. Jika skin barrier sedang dalam kondisi tidak sehat, eksfoliasi justru bisa menjadi petaka yang memperparah kondisi kulit. 

Tanda-tanda kulit yang tidak boleh dieksfoliasi antara lain saat kulit terasa perih, panas, terbakar, memerah, gatal-gatal, terlihat garis-garis urat merah halus pada area wajah, atau ketika tipe kulit sangat kering dan mengelupas akibat iritasi. 

Apabila skin barrier dalam kondisi tidak sehat, tidak dianjurkan melakukan eksfoliasi karena dapat memperparah kondisi kesehatan kulit. Kamu hanya perlu fokus untuk memperbaiki skin barrier dahulu.

Eksfoliasi baru boleh dilakukan saat skin barrier sudah benar-benar pulih dan dalam kondisi sehat, yaitu ketika kulit tidak lagi terasa perih atau terbakar. 

Baca Juga: 5 Tanda Kulit Butuh Eksfoliasi, Jangan Diabaikan agar Wajah Tidak Kusam

Ciri-ciri kulit yang membutuhkan eksfoliasi adalah ketika permukaan kulit terasa kasar, geradakan, mengalami tekstur chicken skin, tampak kusam dan tidak segar, atau memiliki banyak komedo yang menyumbat pori-pori. 

Ilustrasi serum eksfoliasi untuk kulit (freepik)

Manfaat Eksfoliasi 

1. Membersihkan Pori-Pori dan Mencegah Jerawat

Sel kulit mati dapat menumpuk di permukaan kulit dan menyebabkan pori-pori tersumbat, menyebabkan komedo dan jerawat.

Sehingga eksfoliasi dapat membantu menjaga pori-pori tetap bersih dan mengurangi kemungkinnan penyebab jerawat.

2. Memperbaiki Tekstur Permukaan Kulit

Dermatologis sering merekomendasikan eksfoliasi untuk meratakan permukaan kulit yang bertekstur. Dengan eksfoliasi tekstur kulit menjadi lebih rata, dan kulit terasa lebih halus.

3. Meratakan Warna Kulit dan Mengurangi Hiperpigmentasi

Eksfoliasi teratur membuat warna kulit lebih merata dengan menyamarkan noda hitam, bekas sunspot, dan hiperpigmentasi.

Proses ini bekerja dengan mempercepat regenerasi sel kulit baru agar tampilannya terlihat lebih merata. 

4. Merangsang Produksi Kolagen 

Dikutip dari Skin Health Foundation, beberapa teknik eksfoliasi, seperti eksfolian kimia dan mikrodermabrasi, mampu memicu pembentukan kolagen di lapisan kulit dalam.

Karena kolagen menjaga kekencangan dan elastisitas kulit, garis halus serta kerutan pun berkurang. Rutin melakukan perawatan ini dalam jangka panjang akan membuat kulit terasa lebih kencang dan tampak awet muda. 

Cara melakukan eksfoliasi 

1. Pastikan Kondisi Kulit Sehat 

Sebelum mulai, pastikan pelindung kulit (skin barrier) Anda dalam kondisi baik. Ciri-ciri kulit yang siap di eksfoliasi adalah tidak ada rasa perih, panas, terbakar, memerah, atau gatal.

Jika kulit masih teriritasi atau sangat kering, perbaiki dulu kelembapan kulit Anda dan tunda proses eksfoliasi.

2. Pilih Jenis Bahan Aktif yang Sesuai Tipe Kulit 

Sesuaikan agen eksfoliasi yang akan digunakan dengan kebutuhan kulit Anda:

  • Kulit Normal: Gunakan jenis AHA seperti Glycolic Acid atau Lactic Acid.
  • Kulit Berminyak & Berjerawat/Komedoan: Gunakan jenis BHA (Salicylic Acid).
  • Kulit Sensitif: Gunakan jenis PHA yang bahannya lebih lembut dan aman untuk kulit sensitif. 

3. Gunakan Hanya pada Malam Hari 

Proses eksfoliasi wajib dilakukan pada malam hari. Hindari mengaplikasikan bahan eksfoliasi di pagi atau siang hari karena dapat membuat kulit lebih rentan terhadap paparan sinar matahari.

4. Mulai Bertahap dari Dosis Rendah 

Jangan terburu-buru menggunakan konsentrasi tinggi atau pemakaian rutin harian. Awali dengan produk berdosis/konsentrasi ringan dan lakukan cukup 1 kali seminggu.

Apabila kulit sudah terbiasa dan tidak menunjukkan reaksi iritasi, frekuensinya dapat ditingkatkan secara bertahap menjadi 2 hingga 3 kali seminggu.

5. Selalu Kunci dengan Pelembap

Setelah mengaplikasikan bahan eksfoliasi dan meresap, segera lanjutkan dengan pemakaian pelembap (moisturizer). Penggunaan pelembap sangat penting untuk mengembalikan hidrasi dan menenangkan kulit setelah di eksfoliasi.

Melakukan eksfoliasi secara berkala membantu menjaga kulit tetap bersih, cerah, dan halus melalui regenerasi sel serta pembersihan pori-pori. Namun, tetap memperhatikan metode yang aman sangat penting untuk mencegah risiko kerusakan kulit. 

Kontributor : Muhammad Ikhwan Nur Ariyansyah

Load More