Suara.com - Nasib sial Galaxy Note 7 masih berlanjut setelah muncul laporan di Amerika Serikat tentang produk pengganti yang juga bermasalah. Samsung menegaskan akan menginvestigasi laporan konsumen tersebut dan berkoordinasi dengan lembaga perlindungan konsumen Amerika Serikat (CPSC).
"Jika kami membuktikan isu mengenai keamanan produk kami benar adanya, kami akan segera mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mengatasi masalah ini dengan persetujuan CPSC Amerika Serikat," kata keterangan resmi dari Samsung seperti dikutip dari Reuters, Senin (10/10/2016).
Seperti diketahui, Samsung menghentikan penjualan Galaxy Note 7 pada awal September, menarik kembali sekitar 2,5 juta unit yang sudah beredar di pasaran, dan telah mendistribusikan sekitar sejuta unit Galaxy Note 7 baru, yang diklaim lebih aman, sebagai pengganti produk yang ditarik.
Diduga ponsel-ponsel yang ditarik kembali pada September lalu mengalami masalah pada baterai, sehingga ponsel itu mudah terbakar dan melekdak. Meski begitu, dalam satu pekan terakhir sudah ada setidaknya empat laporan yang mengatakan unit pengganti Galaxy Note 7 tetap mudah panas dan terbakar.
Akibatnya pada Minggu (9/10/2016) dua rekanan penjualan retail Samsung, AT&T dan T-Mobile, memutuskan untuk tidak lagi membuka penukaran Galaxy Note 7 kepada konsumen. Mereka menawarkan model lain dari Samsung atau dari merek lain sebagai pengganti Galaxy Note 7 lama milik konsumen. Sebelumnya, rekanan lain, Verizon dan Sprint, sudah melakukan hal yang sama.
Berita Terkait
-
Samsung Galaxy M47 5G Coming Soon: Snapdragon Baru, Kamera OIS, dan Baterai Jumbo
-
HP Gaming Samsung Galaxy M47 Siap Debut, Andalkan Chip Snapdragon
-
Samsung Konfirmasi Exynos 2700, Siap Jadi Otak Galaxy S27 dan Tantang Snapdragon Generasi Terbaru
-
Bujet Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan Review Memuaskan
-
Terpopuler: HP Chipset Apa yang Bagus? Ini 3 Pilihan Samsung Rp2 Jutaan
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Huawei MatePad Mini Resmi Meluncur, Tablet Mini Tertipis dan Teringan Dibanderol Rp8,9 Juta
-
Bocoran! Oppo Reno16 Series Meluncur 3 Juli 2026, Usung Desain Planet 3D dan Fitur AI Unik
-
Honor Siapkan HP Gahar dengan Baterai 14.000 mAh, Bye-bye Powerbank
-
Berapa Harga iPad Paling Murah 2026? Desain Premium, Paling Worth It Dibeli
-
4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
-
3 Cara Cek Battery Health di HP Android, Lengkap dengan Tips agar Awet
-
Tanpa Ribet, Ini Cara Install Aplikasi Google di Tablet Huawei
-
Komisi Ojol Turun Jadi 8 Persen, Gojek dan Grab Terapkan Kebijakan Baru Mulai 1 Juli 2026
-
HP Vivo Rp1 Jutaan Seri Apa? Ini 3 Pilihan Terbaik untuk Multitasking Stabil
-
7 Laptop dengan Baterai Paling Awet, Tetap Produktif saat Mati Listrik