Suara.com - Tak hanya para ekonom, politikus atau pelaku industri yang berkomentar soal terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat (AS) ke-45. Pendiri Facebook Mark Zuckerberg pun ikut mengeluarkan pendapat.
Alih-alih mengeluarkan opini bernada politis serta tajam, Zuckerberg memilih mengedepankan isu-isu kemanusiaan. Isu yang ia singgung diantaranya ialah masa depan riset dunia medis, juga tentang kesempatan pendidikan luas bagi semua yang bakal membutuhkan waktu lama agar terwujud.
Bos Faceboo ini juga menyertakan anak perempuannya, Max, di dalam komentar dia.
"Peluang-peluang penting bagi generasi Max, nanti yang bisa dicapai--seperti penyembuhan penyakit, meningkatkan akses pendidikan, mengkoneksikan semua orang, dan kesempatan yang sama bagi semua pihak--akan membutuhkan fokus jangka panjang, juga cara baru bagi kita untuk bekerja bersama dalam waktu lama, mungkin hitungan dekade," tulis suami Priscilla Chan itu di akun Facebooknya, seperti dikutip dari The Verge, Kamis (10/11/2016).
Pendapat Zuckerberg ditulis di bawah foto dia dan Max yang sedang menyaksikan hasil pemilu presidensial AS.
"Mari bekerja lebih keras," ucapnya di akhir kalimat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan