Suara.com - Tahun 2016 rupanya akan berakhir lebih lama dari biasanya. Menurut para ilmuwan 2016 akan berakhir pada detik 61, karena Bumi berotasi lebih pelan.
Negara-negara yang berpatokan pada Coordinated Universal Time (CUT), seperti Inggris, Irlandia, Islandia, dan beberapa negara di Afrika Tengah, akan menambahkan detik kabisat di penghujung 2016. Dengan kata lain, tahun 2016 akan berakhir di detik 61.
Sementara negara lain akan mengikuti zona waktu mereka sendiri, bukan UTC.
"Dengan detik tambahan atau detik kabisat, waktu akan disesuaikan dengan waktu astronomis, yang memang tidak teratur dan tergantung pada rotasi Bumi. UTC sendiri sangat stabil dan telah mengikuti jam atom sejak 1967," demikian bunyi pernyataan Observatorium Paris seperti dikutip AFP.
Observatorium Paris sendiri adalah markas International Earth Rotation and Reference System Service (IERS), lembaga yang bertugas untuk mensinkronisasi waktu.
Penambahan detik kabisat ini diperlukan karena rotasi Bumi tidak teratur, terkadang lebih cepat atau lebih lambat. Bumi sendiri menurut para ahli berotasi semakin pelan dari waktu ke waktu.
Perubahan kecepatan rotasi Bumi ini dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk di antaranya adalah gaya gravitasi bulan yang menyebabkan gelombang pasang di lautan, yang berpengaruh pada kecepatan putaran Bumi pada porosnya.
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam
-
Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus
-
Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit
-
Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor
-
Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi
-
Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo
-
Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu
-
InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara
-
InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia
-
Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar