Suara.com - Fitur tahan air kini menjadi 'andalan' para produsen smartphone. Sebelumnya, fitur ini hanya ada di beberapa merek ponsel dan Sony Xperia menjadi pelopornya.
Tahun lalu, iPhone 7 dan Galaxy S7 mengedepankan fitur tersebut. Di awal 2017, Samsung bahkan memboyong serangkaian model Galaxy A dengan mengedepankan tahan air dengan sertfikasi IP68.
Sebetulnya, seberapa pentingnya fitur tahan air pada sebuah smartphone terutama bagi masyarakat Indonesia? Samsung memiliki jawaban tersendiri, terutama bagi segmen milenia yang dijadikan sasaran bagi hadirnya rangkaian model terbaru ini. Kalangan milenia selalu memaksimalkan berbagai momen dalam kehidupannya.
"Sebuah riset mengungkap smartphone memiliki makna lebih besar dari sekedar perangkat komunikasi. Mereka membutuhkan smartphone yang selalu mendukung kegiatan mereka di berbagai kesempatan," ujar IM Marketing Director Samsung Electronics Indonesia, Vebbyna Kaunang saat peluncuran Samsung Galaxy A (2017) di Jakarta, Rabu (1/2/2017).
Untuk itu, ditambahkannya, Samsung Galaxy A (2017) dibuat tahan air dan debu dengan sertifikasi IP68.
"Mereka menginginkan smartphone yang tetap bisa digunakan seperti dalam kondisi hujan. Untuk mengabadikan kegiatan mereka saat berada di outdoor," kata dia.
Dia mengungkapkan, fitur tahan air di rangkaian Galaxy A (2017) merupakan untuk fresh water (air segar).
"Sertifikat IP68 ini tidak disarankan untuk masuk ke air laut karena kandungan air laut yang bisa membahayakan komponen di dalamnya," ungkap Vebby.
Meskipun begitu, dia menyarankan, jika sampai terciprat atau tercebur ke air laut ada trik yang bisa menyelamatkan.
"Segera siram dengan fresh water seperti dicuci agar bersih dari kandungan air lautnya," jelasnya.
Baca Juga: Ini Harga Samsung Galaxy A (2017)
Seperti diketahui, Samsung akhirnya memperkenalkan serangkaian model Galaxy A (2017) di Indonesia, yakni Galaxy A3, Galaxy A5 dan Galaxy A7. Ketiganya menyasar masyarakat kalangan milenia denga harga mulai dari A3 Rp3,999 juta, A5 Rp4,999 juta dan A7 Rp5,999 juta.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
30 Ribu Wisatawan Dieng Culture Festival Dibidik QRIS, Transaksi UMKM Makin Digital
-
Sepotong Rendang Pelepas Rindu
-
Lagi Capek-capeknya Hidup? Lagu 'Bersenja Gurau' Raim Laode Ini Wajib Kamu Dengar
-
Karhutla Menggila di Berbagai Daerah, Kemarau Ekstrem Atau Sengaja Dibakar?
-
Pembangunan Sementara Desa Adat Sade Ditargetkan Tuntas Sebelum Agenda MotoGP Mandalika
-
Telin Perluas Jejak Ekosistem Digital Global Melalui Empat Kemitraan Strategis di BATIC 2026
-
Cinta Terlarang Berujung Teror: Karyawan SPPG di Tuban Peras Istri Orang Pakai Video Intim
-
Harga Emas Antam Anjlok Rp48.000, Kini Rp2,67 Juta per Gram
-
Desain Tak Lagi Milik Profesional, IM3 Buka AI dan Adobe Express untuk 15 Ribu Kreator hingga UMKM
-
Ruang Kelas Ambruk: Siswa SDN 3 Wonorejo Belajar di Bawah Tenda Darurat