Suara.com - Sebuah perusahaan asal Jepang telah meluncurkan alat deteksi yang berukuran kecil dan muat dalam saku. Detektor tersebut akan mengingatkan orang yang menggunakannya saat mulai mengeluarkan bau badan
Detektor yang terlihat seperti tape recorder ini dihubungkan oleh bluetooth ke aplikasi ponsel pintar yang memungkinkan penggunanya untuk menguji sendiri eksterior berkeringat mereka dalam tiga kategori bau.
Perangkat yang disebut Kunkun Body yang dalam bahasa Jepang artinya mengendus ini, dapat digunakan untuk menguji bau di empat lokasi, seperti di dekat bagian kepala, di belakang telinga, di bawah ketiak dan di sekitar kaki.
Ketika alat mendeteksi keringat yang cukup tinggi, alat akan mendorong sebuah pesan ke telepon pintar pengguna dan mengatakan "perawatan segera diperlukan".
Menurut Konica Minolta, perusahaan yang dikenal memproduksi kamera dan printer, ada pasar besar untuk pemeriksa bau badan di Jepang karena orang-orang di sana "sangat sensitif terhadap bau".
Bahkan ada kata dalam bahasa Jepang untuk perilaku pekerja kantor yang mengganggu orang lain dengan aroma berbahaya mereka yaitu sumehara atau "bau pelecehan."
"Kami mencari alat untuk mengukur bau badan, hanya untuk menemukan bahwa sama sekali tidak ada alat untuk membedakan berbagai jenis bau," kata Daisuke Koda, produsen inkubasi di pusat inovasi bisnis Konica Minolta Jepang dilansir Zeenews.
Selain itu, lanjut dia, studi juga telah menunjukkan bahwa perhatian etiket nomor satu di tempat kerja adalah bau badan. Perangkat ini tersedia untuk konsumen Jepang sebagai bagian dari serangkaian produk perawatan.
Namun, perusahaan tersebut mengatakan tidak memiliki rencana saat ini untuk menjual perangkat tersebut di luar Jepang. Wah, sayang sekali ya!
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Anak Penerima Pekerja Upah Masih Ditanggung JKN, Begini Syaratnya
-
Polisi Disebut Berhasil Tangkal 'Angsa Hitam' di Demo 27 Agustus, Begini Analisanya
-
Muktamar NU di Jombang Dorong Ekonomi Kreatif Berbasis Pesantren
-
Sebut Demo Hal Biasa, Fadli Zon Sayangkan Kalau Ada Perusakan Fasum
-
Mulai Besok Sore, Masyarakat Bisa Akses dan Beri Masukan Draf PPHN
-
Tersangka Karhutla Naik Jadi 89 Orang, Polri Mulai Bidik Jejak Keterlibatan Korporasi
-
Gegara Investor Ambil Cuan, IHSG Melemah Tipis ke Level 6.518
-
Penampakan Halte Petamburan Usai Jadi Sasaran Vandalisme Massa Aksi 27 Agustus
-
Dari Lidi Sawit Jadi Cuan, Ketika Produk Sederhana Petani Indonesia Tembus Pasar Tiongkok
-
Tanpa Gaji Tetap, Kisah Penjaga Pantai Gaza Bertaruh Nyawa di Tengah Tawa Warga Palestina