Suara.com - Facebook secara anonim meluncurkan aplikasi baru di Cina. Langkah ini merupakan upaya baru untuk membuat terobosan di negara berpenduduk paling banyak di dunia tersebut.
Partai Komunis Cina menguasai lalu lintas internet melintasi perbatasan negara dan mencoba mencegah masyarakat melihat ribuan situs, termasuk Facebook.
Aplikasi yang disebut Colorful Balloons diluncurkan di Cina awal tahun ini, tidak mengusung nama Facebook. Perusahaan pimpinan Mark Zuckerberg itu mengonfirmasi bahwa benar mereka yang meluncurkan aplikasi tersebut.
Sambungan perusahaan media sosial ke aplikasi ini pertama kali dilaporkan oleh The New York Times, yang mengatakan bahwa produk tersebut diluncurkan di Cina melalui sebuah perusahaan lokal terpisah bernama Youge Internet Technology.
Peluncuran aplikasi datang saat Cina menindak teknologi yang memungkinkan peselancar web menghindari penyensoran online Beijing.
Bulan lalu, pengguna layanan pesan WhatsApp Facebook, yang biasanya beroperasi dengan bebas di Cina, tidak lagi dapat mengirim gambar tanpa menggunakan jaringan pribadi virtual. Itu terjadi di tengah upaya menekan penyebutan kematian Liu Xiaobo, peraih Nobel Perdamaian yang dipenjarakan.
Penyedia layanan internet terbesar Cina, China Telecom Ltd., mengirimkan sebuah surat kepada pelanggan korporat bulan lalu yang mengatakan bahwa VPN yang membuat tautan terenkripsi antara komputer dan dapat digunakan untuk melihat situs yang diblokir oleh filter web Beijing.
Situs tersebut hanya diizinkan untuk terhubung ke Kantor pusat perusahaan di luar negeri. Langkah tersebut dapat memblokir akses ke berita, media sosial atau layanan bisnis yang dikaburkan oleh "Great Firewall" Cina.
Otoritas Cina telah lama memblokir Facebook, Twitter, Facebook dan YouTube, dengan alasan bahwa layanan media sosial asing yang beroperasi di luar kendali mereka merupakan ancaman bagi keamanan nasional. [Al Arabiya]
Baca Juga: Yuk, Lihat Uniknya Kantor Resmi Facebook di Indonesia
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
12 Ramalan Zodiak Hari Ini 6 Agustus 2026: Leo dan Libra Beruntung, Capricorn Waspada Konflik
-
Karhutla Memanas, Kabut Asap Selimuti Kota Palembang
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan