Suara.com - Alfred Russel Wallace dikenal sebagai ilmuwan yang telah mendokumentasikan penjelajahan ilmiahnya selama delapan tahun, sejak 1854 hingga 1862 di Kepulauan Nusantara lewat buku berjudul The Malay Archipelago.
Berkat jasanya, Indonesia muncul sebagai wilayah yang memiliki keanekaragaman hayati yang luar biasa. Bukan hanya itu, lelaki dari Britania Raya tersebut juga merupakan sosok yang berjasa dalam mencatatkan Ternate dalam sejarah perkembangan ilmu pengetahuan hayati.
Namanya pun diabadikan sebagai salah satu kawasan Wallacea yang meliputi Sulawesi, Nusa Tenggara, Kepulauan Maluku, dan pulau-pulau kecil di sekitarnya.
Melihat jasa dari tokoh ilmuwan Inggris terzebut, Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia atau AIPI, British Council, British Embassy Jakarta dan Perpustakaan Nasional RI, menyelenggarakan acara bertajuk Wallacea Week 2017 pada Senin (16/10/2017).
"Melalui bukti-bukti, peninggalan Wallace dapat dengan nyata teraba dan dengan mudah teridentifikasi bahwa dia adalah bagian dari sejarah bangsa Indonesia. Kita perlu mengingat kembali arti pentingnya untuk Indonesia serta mencari cara memanfaatkan potensi itu," ujar Ketua Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia, Prof. Sangkot Marzuki dalam sambutannya di Perpustakaan Nasional RI, Jakarta Pusat, Senin.
Kegiatan Wallacea Week ini sendiri ditujukan bagi para peneliti, akademisi, pelajar, serta publik lainnya dengan berbagai kegiatan seperti pameran, kuliah umum, diskusi, hingga pemutaran film.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gus Kikin Pimpin PBNU, Antara Satire 'Salah Dalil' hingga Guyon 'PWNU Jatim Cabang Jakarta'
- Persib Bandung vs Seoul FC dan Melbourne Victory, Mariano Peralta Kirim Psywar
- 8 Sepatu Jalan untuk Komuter KRL dan MRT yang Empuk dan Awet
- 9 Pilihan HP Infinix RAM 8GB Kelas Entry Level Harga Rp1-3 Jutaan
- Kulkas Merek Apa yang Tidak Ada Bunga Es? Ini Pilihan dan Tips agar Tak Salah Beli
Pilihan
-
Sudah dari 2023, 'Nyelang' Jadi Napas Warga Pesisir Cilincing Demi Dapatkan Air Bersih
-
Dikepung Asap Karhutla, Pesawat Menhut Raja Juli Antoni Gagal Mendarat di Pontianak
-
Santap Siang Bareng di Rusia, Prabowo Minta Maaf ke Putin Karena Hal Ini
-
Dua Bus Transjakarta Tubrukan di Pancoran, Benarkah Sopir Mengantuk karena Cuti Duka Ditolak?
-
Bikin Cemas! Pesawat Garuda Indonesia Pecah Ban Angkut 156 Penumpang
Terkini
-
Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi
-
FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen
-
Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri
-
Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional
-
Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan
-
Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS
-
Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau
-
Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah
-
Sebut Hotspot Karhutla Kalbar Turun, Raja Juli: Kondisi Kalbar Tidak Sedang Baik-baik Saja
-
Sherina Rasakan Langsung Tantangan Padamkan Karhutla Kalimantan