Suara.com - Baru-baru ini, masyarakat dihebohkan dengan kemunculan pesan berantai yang beredar di WhatsApp.
Pesan tersebut menunjukkan bahwa salah satu fitur di WhatsApp dapat menjurus ke konten-konten bernuansa pornografi.
"Moms hati-hati ya, sekarang video porno bisa dicari melalui WhatsApp," bunyi pesan berantai tersebut.
Konten yang dimaksud berbentuk gambar dalam format Graphics Interchange Format (GIF). Konten berbau porno tersebut dapat ditemukan di WhatsApp versi iOS dan Android.
Di dalam pesan tersebut juga tercantum langkah-langkah untuk mencari konten dewasa di WhatsApp.
Pengguna hanya perlu memasukan kata kunci tertentu, maka beragam pilihan gambar GIF tersaji di hadapan pengguna.
Saat Suara.com mencoba mengetikan kata kunci tertentu yang berbau "negatif", maka terdapat banyak gambar GIF yang bisa dilihat, diunggah lalu dikirim ke pengguna lain.
Beberapa gambar sepasang orang dewasa sedang 'intim' bisa diunggah tanpa adanya batasan usia.
Menanggapi hal ini, Plt Humas Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Noor Iza, mengatakan bahwa pihaknya sudah mendapatkan laporan tersebut dan kini tengan diproses oleh tim terkait.
Baca Juga: Waspada, 'WhatsApp' Tipu 1 Juta Pengguna di Play Store
"Kami akan melakukan jumpa pers terkait hal ini di Kantor Kominfo nanti siang," ujarnya dalam pesan singkat.
Kominfo juga telah meminta kepada WhatsApp selaku pemilik platform untuk melakukan penapisan gambar porno tersebut agar tidak bisa diakses pengguna di Indonesia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi