Suara.com - Penemuan seekor lobster yang pada capitnya menempel logo Pepsi menggemparkan Kanada dan dunia. Temuan ini memantik kekhawatiran akan bahaya sampah di lautan, demikian ulas The Guardian, Rabu (29/11/2017).
Lobster itu ditangkap para nelayan di perairan Grand Manan, New Brunswick, Kanada. Logo Pepsi pada capit lobster itu pertama kali dilihat oleh nelayan bernama Karissa Lindstrand.
Lindstrand yang mengaku mengonsumsi 12 kaleng Pepsi setiap hari mengatakan ia dengan mudah mengidentifikasi logo berwarna biru dan merah itu ketika pertama kali menangkap lobster tersebut.
"Logo itu seperti dicetak pada capit lobster," kata Lindstrand yang juga mengaku belum pernah melihat hal seperti itu sebelumnya.
Lebih dari sepekan setelah ditemukan, perdebatan tentang bagaimana logo Pepsi itu bisa menempel di tubuh lobster menjadi semakin sengit. Ada yang bilang, lobster itu bertumbuh di sekitar kaleng Pepsi yang dibuang orang ke dasar laut. Yang lain mengatakan bahwa logo Pepsi tidak berasal dari kaleng tapi dari kotak yang kemudian menempel begitu saja di tubuh lobster.
Tetapi Lindstrand meragukan dua teori itu. Ia mengatakan gambar pada capit lobster itu buram, sehingga tak mungkin berasal dari kaleng Pepsi. Sementara logo pada kotak Pepsi jauh lebih besar dan berbeda dari yang dilihatnya pada capit lobster itu.
Temuan ini kembali memantik perdebatan tentang jumlah dan bahaya sampah di lautan saat ini. Diperkirakan ada sekitar 5-13 juta ton sampah plastik di lautan di seluruh dunia. Sampah-sampah itu dikonsumsi oleh burung, ikan, dan organisma lain di lautan.
Baru-baru ini para ilmuwan berhasil mendokumentasikan sekitar 38 juta keping sampah plastik, yang berbobot sekitar 18 ton, di sebuah kawasan pulau karang terpencil di Pasifik Selatan.
Di sekitar sampah-sampah itu ditemukan banyak kepiting yang menggunakan botol serta wadah plastik itu sebagai rumah mereka.
Tak lama kemudian, sebuah ekspedisi di kawasan Artik menemukan bahwa pantai-pantai di daerah terpencil itu penuh dengan plastik. Sampah-sampah itu diduga berasal dari Eropa dan Amerika Utara.
Berita Terkait
-
Bukan Sedotan, Penelitian Global Temukan Kemasan Makanan Jadi Penyumbang Utama Sampah Plastik Laut
-
Ajak Anak Jadi Generasi Bijak Plastik Sejak Dini, Mulai dari Kebiasaan Pilah Sampah
-
Di Tengah Kenaikan Harga BBM, Bisakah Sampah Plastik Menjadi Sumber Energi Alternatif?
-
Sampah Plastik Dibakar untuk Memasak: Solusi Murah atau Ancaman Diam-Diam?
-
Tekan Sampah Plastik, Food Prap Jadi Alternatif Pengganti Kantong Belanja
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
Terkini
-
Aksi Copet di Tengah Zikir Monas: iPhone 13 Wartawan dan Dompet Jemaah Lenyap
-
Danantara Akui Banyak Masalah Luar Biasa Besar di BUMN, Janji Bereskan Utang Kereta Cepat
-
Satu Tahun Sekolah Rakyat, Ratusan Siswa Torehkan Prestasi
-
Taruna Bhakti Sekolah Rakyat Resmi Dimulai, Gus Ipul: Jadi Fondasi Bentuk Karakter Siswa
-
Apa Arti Kota Global Jika Betawi Kehilangan Akar? FBR Tagih Pergub Lembaga Adat ke Pramono
-
Danantara: Seluruh BUMN Properti Dalam Kondisi Tidak Baik, Akan Dikonsolidasikan
-
Kesukseskan Pemberantasan Judol Tak Hanya dari Turunnya Nominal Transaksi
-
Dukung Program Prioritas Presiden, Mendagri Tito Groundbreaking Sekolah Rakyat Kabupaten Biak Numfor
-
Manfaatkan Pemutihan Pajak Kendaraan 1 hingga 31 Agustus 2026 di Riau
-
Aston Villa Bungkam Indonesia All Stars 3-1 di GBK, Arkhan Kaka Cetak Gol Penghibur