Suara.com - Indonesia sedang menghadapi darurat sampah plastik nasional. Data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) pada 2024 mencatat timbulan sampah dari 323 kabupaten/kota mencapai lebih dari 35 juta ton per tahun.
Dari jumlah itu, sekitar 18 persen adalah sampah plastik, limbah yang paling sulit ditangani karena tidak mudah terurai.
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bahkan mencatat jumlah sampah plastik di Indonesia terus meroket, mendekati 70 juta ton pada 2024, angka tertinggi dalam satu dekade terakhir. Kondisi ini menjadikan Indonesia pernah menempati posisi sebagai penyumbang sampah plastik laut terbesar kedua di dunia. Sementara itu, di tingkat lokal, banyak desa masih kesulitan mengelola tumpukan plastik yang terus bertambah setiap hari tanpa solusi yang berkelanjutan.
Krisis ini mendorong munculnya inisiatif dari berbagai pihak, termasuk kalangan mahasiswa. Salah satu langkah nyata datang dari sekelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) yang melihat potensi besar dalam limbah plastik, bukan sebagai masalah, melainkan sebagai peluang untuk inovasi dan pemberdayaan masyarakat.
Pada Kamis (14/8/2025), mereka menggelar sosialisasi dan praktik bertajuk “Mengubah Sampah Plastik Menjadi Paving Block” di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Desa Serongga. Acara ini dihadiri oleh kepala desa, kepala kewilayahan, Kelompok Perlindungan Perempuan (KPP), serta tokoh masyarakat, yang memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif tersebut.
“Kita tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah atau pihak luar, tapi perlu bergerak dari dalam desa. Program dari adik-adik mahasiswa ini sangat relevan dan mudah diterapkan,” ujar Kepala Desa Serongga dalam sambutannya.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa UNS memperagakan proses sederhana mengubah sampah plastik menjadi paving block—mulai dari melelehkan plastik dengan oli bekas hingga mencetaknya bersama campuran pasir. Hasilnya, paving block plastik yang tahan lama dan bernilai ekonomi.
Selain mengurangi sampah, program ini juga memperkenalkan konsep ekonomi sirkular. Mahasiswa berharap inisiatif ini berlanjut menjadi usaha mandiri warga, menciptakan lapangan kerja sekaligus menjaga lingkungan.
“Kami percaya bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil. Paving block ini mungkin terlihat sederhana, tapi semoga menjadi pijakan pertama menuju desa yang lebih hijau, bersih, dan mandiri,” ujar salah satu mahasiswa KKN.
Baca Juga: Mind Hack Mahasiswa: Cara Otak Mengubah Stres Jadi Tenaga Positif
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Bukan Sekadar Cake, Clairmont Kini Jual Cookies Lembut hingga Jamu di Showroom Terbaru Bintaro
-
Ini 6 Shio Paling Hoki pada 15 Januari 2026, Cek Keberuntunganmu Besok!
-
Memoar Broken Strings Karya Aurelie Moeremans Viral, Apa Bedanya dengan Biografi?
-
Bekas Cat Rambut Sulit Hilang? 3 Trik Ampuh Basmi Noda Hitam di Tangan
-
10 Ucapan Isra Miraj 2026 dalam Bahasa Arab, Lengkap dengan Artinya
-
7 Sepatu Gym Wanita Lokal, Harga Murah di Bawah Rp500 Ribu, Kualitas Juara
-
Bisa Bikin Rezeki Seret? Jangan Simpan 3 Barang Ini di Dapur Menurut Feng Shui
-
45 Kartu Ucapan Isra Miraj 2026 Untuk Bos, Sopan, Profesional dan Berkesan
-
9 Susu untuk Tulang Kuat Usia 50 Tahun ke Atas, Bantu Tetap Aktif dan Sehat
-
5 Rekomendasi Peeling Gel untuk Memudarkan Flek Hitam di Usia 40-an, Wajah Glowing Bebas Noda