Suara.com - Logan Paul, salah satu pesohor di YouTube, yang pada awal Januari memicu kontroversi di jagat maya setelah mengunggah video jenazah korban bunuh diri di Jepang, akhirnya kembali tampil di layar platform video online populer tersebut.
Dalam video terbarunya, yang diunggah Rabu (24/1/2018), Paul mencoba mengedukasi masyarakat soal pencegahan bunuh diri, seperti ingin menebus kesalahannya yang membuat dirinya dikecam dan dikucilkan oleh YouTube.
Video berjudul "Suicide: Be Here Tomorrow", menampilkan Paul berbicara dengan beberapa penyintas bunuh diri seperti Kevin Hines, Bob Forrest dari Alo House Recovery Center, dan John Draper, direktur dari Suicide Prevention Lifeline.
"Aku tahu telah berbuat kesalahan. Aku tahu telah mengecewakan banyak orang. Namun bagaimana bila kamu diberikan kesempatan untuk membuat perbedaan di dunia?" ujarnya di awal video.
Berbicara kepada Forrest, Paul mengungkapkan bahwa dia tidak pernah mengenal seseorang yang meninggal karena bunuh diri. Karena alasan itulah, ia mengaku tidak tahu betapa peliknya masalah bunuh diri.
Ia juga berbicara dengan Draper terkait pendampingan seseorang yang memiliki tingkat frustasi yang tinggi. Kepada Paul, Draper memberikan beberapa langkah efektif untuk mencegah bunuh diri.
"Cobalah untuk mendampingi dan tidak membuat asumsi. Tunjukkan bahwa kamu peduli," lanjut Draper.
Dalam video, ia juga menegaskan bahwa dirinya akan menyumbang sebagain hartanya untuk berbagai organisasi pencegah bunuh diri. Untuk tahap awal, ia menyumbang 250.000 dolar untuk lembaga nasional AS yang menangani masalah bunuh diri.
Dalam kesimpulannya, Paul mengajak mereka yang memiliki niat bunuh diri untuk menelpon layanan krisis bunuh diri yang ia tampilkan di video.
"Bagi siapa pun yang menonton, saya ingin menegaskan bahwa Anda tidak sendiri," ujarnya.
Unggahan Logan Paul kini sudah ditonton lebih dari 8 juta kali. Video tersebut juga menempati posisi pertama di daftar video terpopuler di YouTube.
Berita Terkait
-
Awalnya Jualan Burger, Kisah Insaf Putra Menjemput Mimpi di YouTube
-
Perjalanan Irwansyah Damanik, dari Pedagang Pasar Malam ke Bintang Warintil
-
Perjalanan Putra Samuel Silitonga Dikenal Jutaan Penonton Berkat Sosok Mumu Warintil
-
Channel YB Resmi Tayangkan ASEAN Championship Hyundai Cup 2026, Reza Arap Siapkan Beragam Program
-
Kenapa Kita Nggak Bisa Beraktivitas Tanpa Suara Latar YouTube atau Podcast?
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan