Suara.com - Sebuah video pasien dilecehkan oleh perawat menjadi viral di media sosial. Dalam video yang beredar tampak pasien menangis akibat perlakuan bejat perawat.
Pasien pun turut menunjuk perawat lelaki yang melakukan pelecehan terhadapnya.
"Kamu ngaku dulu, apa yang kamu perbuat. Kamu remas payudara saya kan? Dua atau tiga kali? sampai kamu masukkin tangan mu, ngaku!" teriak perempuan tersebut sambil menangis.
Perawat lelaki tersebut pun mengakui perbuatannya. Sambil menunduk malu dia mengaku khilaf.
Perawat itu kemudian mengulurkan tangan untuk meminta maaf kepada pasien perempuan itu. Dia kemudian berkeliling untuk menyalami keluarga pasien perempuan lainnya yang berada di kamar rumah sakit tersebut.
"Psikis saya, saya enggak bisa tidur, enggak bisa makan. Saya nangis,saya terhina," korban melanjutkan perkataannya.
Video tersebut membuat warganet geram. Banyak yang meminta agar perawat tersebut dilaporkan ke polisi.
"Buat keluarga korban damaikan dan tentramkan hati, Mohon RS, polisi bertindak. Termasuk kriminal," tulis Supardi Chen.
"Pecat," tambah Viee.
"Suruh berenti jadi tenaga kesehatan. Malu sama gelar kalau begini attitudenya," sambung Pam Van Ela.
"Perawatnya malu-maluin amat. Semoga nggak ketemu perawat yang modelnya gitu," timpal Minok.
"Kalau gue jadi pihak keluarga sudah gue abusin itu. Ada UU-nya kriminal dan bisa nuntut ke RS harus ganti rugi kenapa bisa karyawannya berkelakuan bejat," tulis Donny Pratiknyo.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan