Suara.com - Di dunia, diperkirakan sekitar sepuluh persen dari populasi manusia adalah orang kidal atau yang memusatkan kegiatan menggunakan tangan kiri. Belum diketahui pasti penyebab dari kondisi ini.
Namun ada beberapa teori yang menjelaskan mengapa kondisi ini bisa terjadi. Seperti dilansir laman Medical Daily, preferensi penggunaan tangan seseorang sebenarnya berasal dari sumsum tulang belakang, bukan otak.
Sebuah tim ilmuwan dari Belanda, Inggris, dan China melakukan analisis genetik untuk mengidentifikasi hal yang berkontribusi pada preferensi penggunaan tangan kiri-kanan dalam sistem saraf.
"Janin manusia sudah menunjukkan kecenderungan yang cukup besar pada gerakan lengan sebelum korteks motor terhubung secara fungsional dengan sumsum tulang belakang," ujar sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal eLife.
Lebih lanjut studi tersebut menjelaskan bahwa pemindaian ultrasound pada tahun 1980-an menunjukkan bahwa preferensi untuk menggunakan tangan kiri atau kanan berkembang di rahim sejak minggu ke-8 kehamilan. Sedangkan pengisapan jempol kiri atau kanan dimulai sejak minggu ke-13.
Tapi jumlahnya yang sedikit membuat pemilik tangan kidal terlihat unik dibandingkan orang yang menggunakan tangan kanannya untuk berkegiatan seperti makan dan menulis. Beberapa penelitian bahkan mengaitkan pemilik tangan kidal dengan kecenderungan lebih kreatif.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan