Suara.com - Laboratorium antariksa Cina diperkirakan akan jatuh ke Bumi dalam hitungan hari, demikian dikatakan badan antariksa Eropa (ESA) seperti dikutip oleh CNN, Senin (26/3/2018).
ESA, yang terus memantau pergerakan wahana bernama Tiangong-1 itu, mengatakan bahwa laboratorium antariksa Cina tersebut diperkirakan memasuki atmosfer Bumi antara 30 Maret hingga 2 April mendatang.
Sementara institusi antariksa Cina menjelaskan bahwa Tiangong-1 akan memasuki atmosfer Bumi sekitar 31 Maret hingga 4 April. Lembaga itu menambahkan bahwa sebagian besar bagian dari wahana antariksa itu akan habis terbakar dalam proses tersebut.
Tiangong-1 yang berbobot 8,5 ton mengalami kerusakan dan tak lagi bisa dikendalikan sejak Maret 2016 silam. Sejak saat itu wahana itu terus mengorbiti Bumi dan diperkirakan akan jatuh dalam waktu dekat.
Para ahli sendiri telah menekankan bahwa potensi bahaya akibat puing-puing antariksa sangat kecil. Kemungkinan seseorang dihantam objek antariksa diperkirakan sekitar satu berbanding satu triliun.
Meski demikian, Alan Duffy, seorang peneliti pada pusat astrofisika dan superkomputer Swinburne University of Technology di Australia, mengatakan bahwa minimnya informasi soal wahana antariksa itu membuat para pakar kesulitan untuk menilai tingkat risikonya terhadap manusia atau lingkungan.
"Komunitas internasional tak tahu wahana itu terbuat dari apa dan itu membuat kita sukar menghitung seberapa besar bahayanya," kata dia.
Pendapat serupa disampaikan oleh Thomas Djamaluddin, Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN). Dalam blognya, Thomas mengatakan bahwa Tiangong-1 memiliki risiko, terutama dari bahaya tumbukan dan potensi bahaya racun dari sisa bahan bakar roket Hydrazine (bila masih ada di tabungnya).
"Kewaspadaan perlu ketika pada hari H kejatuhan objek antariksa tersebut ada warga melihat benda jatuh dari langit agar jangan menyentuhnya," tulis Thomas.
"Langsung laporkan kepada aparat setempat untuk diteruskan ke LAPAN. LAPAN segara akan akan mengirimkan Tim untuk evakuasi objek antariksa tersebut dan melakukan tindakan yang tepat bila ada potensi bahayanya," lanjut Thomas.
Lebih jauh Thomas membeberkan bahwa karena inklinasi (kemiringan bidang orbit) Tiangong-1 sekitar 42,8 derajat, maka wilayah yang berpotensi kejatuhan pecahannya adalah wilayah di bumi antara 43 derajat lintang utara sampai 43 derajat lintang selatan.
Di antara dua kordinat itu terdapat sejumlah kota besar dunia, seperti San Francisco, Los Angeles, New York, Miami, Madrid, Kairo, Beijing, New Delhi, Tokyo, dan seluruh wilayah Indonesia serta Australia.
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Acer Aspire 7 Pro Terbaru Dibanderol Rp13,49 Juta, Bawa RTX 3050 dan 2 Slot RAM Siap Upgrade
-
Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile
-
Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta
-
Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan
-
Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah
-
Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat
-
Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya
-
Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi