- Epstein Files, kompilasi email Jeffrey Epstein, memuat diskusi intelijen mengenai sejumlah Presiden Indonesia.
- Presiden Sukarno dibahas terkait gerakan Non-Blok serta upaya penggulingan oleh pemerintahan Eisenhower AS.
- Suharto disebut sebagai "bagman" kepentingan bisnis AS yang didukung dalam invasi Timor Timur 1975.
Suara.com - Epstein Files lagi bikin publik heboh belakangan. File-file tersebut merupakan kompilasi dari email, dokumen rahasia dari tokoh bernama Jeffrey Epstein, yang berisi bukti skandal seksual elit negara barat. Namun tak cuma itu.
Dari banyaknya file yang dipublikasikan oleh Department of Justice Amerika Serikat, rupanya ada juga file berisi obrolan intel, bak sedang menggosip soal tokoh-tokoh luar AS.
Presiden-presiden Indonesia pun tak luput dari perhatian. Berikut adalah daftar Presiden RI yang disebut dalam Epstein Files lengkap dengan konteksnya:
1. Sukarno
Nama Presiden Sukarno disebut lima kali, dijadikan sebagai kajian sejarah saat implementasi Pancasila. Manuver Sukarno dalam gerakan non-blok (Non-Aligned Movement/NAM) pada dokumen tersebut juga turut disorot di file Epstein.
"The prime movers of that era were giants from large and populous non-Western states: India's Jawaharlal Nehru, Indonesia's Sukarno, Egypt's Gamal Abdel Nasser, and Yugoslavia's Josef Broz Tito. As decolonization speeded up in the 1960s, the NAM became a sprawling collection of diverse states with heavy representation from Africa and Asia. Particularly at the United Nations, it had a significant diplomatic impact," tulis mereka pada dokumen EFTA01146715.
Jika diterjemahkan, maka sebagai berikut:
"Tokoh-tokoh utama pada era itu adalah para raksasa dari negara-negara non-Barat yang besar dan berpenduduk padat: Jawaharlal Nehru dari India, Sukarno dari Indonesia, Gamal Abdel Nasser dari Mesir, dan Josef Broz Tito dari Yugoslavia. Seiring percepatan dekolonisasi pada tahun 1960-an, Gerakan Non-Blok (NAM) menjadi kumpulan negara-negara yang beragam dan luas dengan representasi yang besar dari Afrika dan Asia. Khususnya di Perserikatan Bangsa-Bangsa, gerakan ini memiliki dampak diplomatik yang signifikan."
Pada lain file, dokumen EFTA00951262, disebutkan secara gamblang bahwa Amerika sempat ingin menggulingkan Sukarno di jaman Eisenhower, Presiden AS ke 34.
Baca Juga: Kenapa Ribuan Dokumen Skandal Epstein Files Ditarik Kembali? Simak Fakta Terbarunya
Namun rencana AS berubah saat Eisenhower lengeser dan digantikan oleh John F. Kennedy.
"In Indonesia, Kennedy's policy represented a break from Eisenhower's efforts to overthrow socialist Achmed Sukarno who wanted greater control over mineral resources."
Begini terjemahannya:
"Di Indonesia, kebijakan Kennedy merupakan sebuah perubahan dari upaya Eisenhower untuk menggulingkan sosialis Achmed Sukarno yang menginginkan kendali lebih besar atas sumber daya mineral."
Sebagai konteks, Achmed (Ahmad) Sukarno adalah nama yang dipakai oleh Presiden RI pertama saat sedang mengakrabkan diri ke negara-negara Arab, menurut Historia.
2. Suharto
Berita Terkait
-
Kenapa Ribuan Dokumen Skandal Epstein Files Ditarik Kembali? Simak Fakta Terbarunya
-
Dulunya Guru, Apa yang Bikin Jeffrey Epstein Kaya Raya?
-
Siapa Kafrawi Yuliantono yang Disebut dalam Epstein Files? Kenali Sosoknya
-
7 Sumber Kekayaan Jeffrey Epstein yang Picu Skandal Epstein Files
-
Baju Jeffrey Epstein di Bali Ramai Jadi Perdebatan, Pakai Batik Bapak Atau Versace?
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
Terkini
-
Bisakah Melacak iPhone yang Mati Total? Ini Jawaban dan Cara Lengkapnya
-
Imbas Lonjakan Harga Memori, Nothing Batalkan Peluncuran CMF Phone Terbaru
-
4 Adaptor Fast Charging yang Awet dan Tak Bikin HP Panas
-
5 Rekomendasi HP Murah Baterai Jumbo dan Fast Charging, Cocok untuk Driver Ojol
-
ASUS ExpertBook P1 PM1403, Laptop Bisnis dengan Berat Hanya 1,4kg!
-
4 HP Xiaomi yang Terbukti Laris: Kamera Saingi iPhone, Harga Kompetitif
-
4 Portable Power Station Terbaik dengan Solar Panel, Cocok untuk Cadangan Daya saat Mati Listrik
-
Harga Fitbit Air Gelang Pintar Google, Lengkap dengan Spesifikasi dan Review
-
55 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Juni 2026: Klaim TWG 118-119 dan 10.000 Gems
-
Cuma Rp2 Jutaan, 3 Tablet 'Spek Dewa' yang Direkomendasikan David GadgetIn