Suara.com - Sebuah mesin bunuh diri yang dirancang mirip kapsul berhasil mencuri perhatian dalam sebuah pameran bertema pemakaman di Amsterdam, Belanda.
Dalam pameran yang digelar akhir pekan kemarin itu, mesin bunuh diri bernama Sarco itu dipamerkan sebagai alat yang mampu menghabisi nyawa penggunanya secara cepat dan nyaman.
Sarco dirancang oleh aktivis eutanasia Australia, Philip Nitschke dan desainer Belanda, Alexander Bannink. Mesin itu dibekali dengan peti mati yang bisa dibongkar pasang dan tabung berisi nitrogen.
"Mereka yang ingin bunuh diri tinggal menekan tombol dan kapsul ini akan diisi penuh oleh nitrogen. Pengguna akan merasa sedikit pusing tetapi kemudian akan segera kehilangan kesadaran lalu meninggal," jelas Nitschke yang dijuluki sebagai "dokter kematian" karena upayanya untuk melegalkan eutanasia.
Sarca, jelas Nitschke, adalah alat yang menyajikan kematian kepada mereka yang memang ingin mati.
Dalam kapsul yang masih berwujud purwarupa itu tersedia kaca mata realitas virtual, yang bisa dimanfaatkan untuk merasakan sensasi duduk di dalam mesin bunuh diri tersebut.
Nitschke mengatakan berencana memproduksi mesin bunuh diri yang benar-benar bisa berfungsi sebelum 2018 berakhir. Ia juga berencana mengunggah rancangan mesin bunuh diri itu di internet, sehingga mereka yang berminat bisa mengunduh dan membuatnya sendiri.
Ketika ditanya soal kontrovesi terkait eutanasia, Nitschke menjawab cuek.
"Di banyak negara, bunuh diri sama sekali tak melawan hukum. Alat ini hanya cara untuk membantu orang bunuh diri," kata dia, "Dalam situasi ini, orang hanya perlu menekan tombol... ia tak perlu berdiri di depan sebuah kereta yang sedang melaju."
"Saya yakin, bunuh diri adalah salah satu hak asasi manusia. Bunuh diri bukan hak segelintir orang yang sudah sekarat. Jika Anda diberikan hak untuk hidup, maka Anda juga seharusnya berhak melepaskan kehidupan itu kapan saja Anda mau," tambah dia.
Para pengunjung yang tertarik dengan Sarco pun memiliki pendapat beragam soal kapsul bunuh diri itu.
"Ini sungguh sebuah pengalaman yang unik. Tetapi memang sangat indah dan tenang. Kita bisa melihat bulan dan lautan. Sungguh sangat tenang," ata Piet Verstraaten (52) pengunjung dari kota Venray, Belanda.
Tetapi pengunjung lain ada juga yang merasa gusar.
"Well, menurut saya ini menggelikan. Ini tolol. Saya tak memahaminya. Sya sama sekali tak tertarik pada Sarco. Tidak," ujar Rob Bruntink yang juga berusia 52 tahun. (AFP)
Berita Terkait
-
Keluarga Ungkap Fakta di Balik Tewasnya Kakek 80 Tahun Terserempet KRL di Cawang-Tebet
-
Penembakan SMP Katholik Filipina, Siswa Bawa Pistol Kaliber 45 ke Ruang Kelas
-
Senpi Dinas Diduga Dipakai Mantan Istri Bunuh Diri, Bripka Iman Harefa Resmi Masuk Patsus
-
Bom Bunuh Diri Meledak Tewaskan 14 Orang di Lembah Swat
-
Tenggelam dalam Tuntutan, Terbungkam oleh Stigma: Potret Buram Kesehatan Mental Remaja
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- Cara Membersihkan Bunga Es Tanpa Mematikan Kulkas, Aman dan Mudah Dilakukan
- 4 Tips Merebus Telur agar Mudah Dikupas, Hasil Mulus Sempurna
- 3 HP Infinix Mirip iPhone 17 Pro Max, Tampil Mewah ala Flagship
Pilihan
-
Terbuang dari Klub Orang Indonesia, Emil Audero Selangkah Lagi ke Rayo Vallecano
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
Terkini
-
Arkeolog Temukan Ribuan Struktur Misterius Suku Aquiry yang di Hutan Amazon
-
Struktur Lapisan Bumi dari Kerak sampai Inti Bumi, Penjelasan dan Gambarnya
-
Karhutla di Aceh Barat Meluas, Tembus 6,5 Hektare Lahan
-
Sengketa Lahan Bertahun-tahun, Warga Banjarsari Bermalam di Kantor Bupati Lahat
-
Babakan Cileungsi Mencekam, Pemilik Rumah Pingsan Menyaksikan Tempat Tinggalnya Ludes Terbakar
-
Pengadaan Smartboard Disdik Bogor Diusut KPK
-
Depok Buka Kuota Gratis Kerjaan Sopir di Jepang untuk 1.000 Warga
-
Gunung Gede Pangrango Tutup Pendakian Sampai Waktu yang Belum Ditentukan
-
Gandeng Konsultan ITB Tangani Banjir, Bupati Serang Minta Langkah Ini Diduplikasi
-
Wakil Ketua DPRD Jabar Iwan Suryawan Dorong Efisiensi BTT APBD untuk AI Karhutla