Suara.com - Penyelenggara upacara pemakaman Prof Stephen Hawking tampaknya telah membiarkan pintu terbuka bagi para penjelajah waktu untuk hadir. Mereka yang ingin menghormati fisikawan teoritis, yang meninggal pada Maret lalu di usia 76 tahun, dapat mengajukan permohonan melalui pemungutan suara publik.
Pelamar harus memberikan tanggal lahir mereka, yang bisa setiap hari hingga 31 Desember 2038.
Yayasan Prof Hawking mengatakan bahwa kemungkinan perjalanan waktu belum terbukti, namun tidak bisa dikesampingkan. Salah satunya adalah blogger perjalanan London IanVisits yang memperhatikan bahwa mereka yang lahir dari 2019 hingga 2038, secara teoritis diizinkan untuk menghadiri kebaktian di Westminster Abbey.
"Profesor Hawking pernah mengadakan pesta bagi penjelajah waktu, untuk melihat apakah ada yang akan muncul jika dia memosting undangan setelah acara. Tidak ada yang melakukannya, tetapi tampaknya sempurna bahwa situs web memorial memungkinkan orang yang lahir di masa depan untuk menghadiri layanan tersebut. Nantikan penjelajah waktu di Abbey," tulisnya.
Setelah "time traveler party", yang diadakan pada bulan Juni 2009, Prof Hawking mengatakan bahwa fakta tidak ada yang muncul adalah bukti eksperimental bahwa perjalanan waktu tidak mungkin.
Dalam 24 jam sejak pembukaan surat suara untuk layanan ucapan berduka, yang akan diadakan pada 15 Juni mendatang, sekitar 12.000 orang dari lebih dari 50 negara telah mengajukan tiket.
Sementara ini semua pelamar tampaknya berasal dari masa sekarang.
"Kami tidak dapat mengesampingkan kemungkinan perjalanan waktu karena belum terbukti tidak sesuai dengan kepuasan kami. Semua hal dimungkinkan hingga terbukti sebaliknya," kata juru bicara Stephen Hawking Foundation.
Mereka berasal dari AS, Cina, Bolivia dan Pasifik Selatan telah meminta untuk bisa menghadiri acara penghormatan terakhir Prof Hawking, yang meninggal pada 14 Maret, lebih dari 50 tahun setelah dia didiagnosis dengan bentuk motor langka penyakit neurone.
Baca Juga: Hadiah Terakhir Stephen Hawking Bikin Haru
Surat suara untuk tiket ke upacara peringatan ditutup pada tengah malam pada 15 Mei. [BBC]
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Listrik Paling Murah di 2026 untuk Harian, Harga Mulai Rp60 Jutaan
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 7 Sepatu Lari yang Awet untuk Pemakaian Lama, Nyaman dan Tahan Banting
- 63 Kode Redeem FF Max Terbaru 27 Maret 2026: Klaim Bundel Panther, AK47, dan Diamond
Pilihan
-
1 Prajurit TNI di Lebanon Gugur Dibom Israel, 3 Lainnya Luka-luka
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
Terkini
-
Fenomena Pink Moon April 2026 Bisa Dilihat di Indonesia? Catat Waktu dan Cara Menyaksikannya
-
61 Kode Redeem FF 30 Maret 2026: Klaim Skin Gratis Sebelum Mega Update OB53 Tema Air
-
36 Kode Redeem FC Mobile 30 Maret 2026: Bocoran TOTS OVR 119 Rilis, Borong Pemain Gratisnya
-
5 Smartwatch yang Bisa Connect Strava: Sobat Akurat Pelari dan Pesepeda
-
5 Tablet yang Bagus dan Murah untuk Pemakaian Awet Jangka Panjang
-
7 Smartwatch yang Bisa Mengukur Tekanan Darah dan Detak Jantung
-
5 Rekomendasi HP Paling Murah April 2026, Harga di Bawah Rp2 Juta
-
Terpopuler: 5 HP Xiaomi dengan Chipset Terkencang, Smartwatch Terbaik Harga Rp200 Ribuan
-
5 Pilihan HP Rp1 Jutaan Baterai 6000 mAh: Spek Dewa, Awet untuk Multitasking Harian
-
Game Ragnarok Origin Classic Resmi Rilis ke iOS, Android, dan PC